For All The Gorgeous People In The World

Welcome to my stories. Here I wanna share you all about the stories that I have. It depends on the situation, and it depends on the labels. It can be my own story, it can be like an unreal story, and it may be Your story here. Just enjoy reading it-----> It's absolutely just for fun, don't take it too serious, make it simple, easy, interesting and enjoying for you. Love -@novialuciana
Tampilkan postingan dengan label Just This Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just This Life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

Pil Penawar


Rembang petang memang indah ya, ada kedamaian tersendiri di setiap guratan warnanya. Ini hari sabtu, setiap orang beramai-ramai menuju pusat kota dengan berbagai kegiatan kesukaan mereka.  Sementara aku masih saja sibuk menanyai diriku sendiri, memastikan apa kali ini aku hanya akan duduk menatap langit, atau bangkit menerobos udara segar kota penuh lampu ini.

"Kau yakin hanya akan tinggal di sini saja?"

"Yaa...mmm...menurutmu?"

"Ohh, mungkin kita bisa sebentar saja berjalan-jalan kan?"

"Baiklah, aku ikut maumu saja."

Hati dan logika sedang asyik berbicara, mereka sedang akur, sangat akur, dan mereka berjanji akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

Aku tahu aku akan sedikit gila jika mengajaknya keluar bukan? Lagi-lagi perasaan bahwa aku adalah wanita dan tidak akan pernah mengajak seorang laki-laki yang notabene telah aku cintai bertahun-tahun untuk keluar bersama menyeruak, membuat hati dan logika kembali beradu ramah. Sekali saja tidak buruk kan? Aku terus berpikir dalam hati. Setiap lelaki pasti berpikir bahwa wanita yang mengajak terlebih dahulu itu terlalu agresif. Setidaknya aku mengenal beberapa lelaki yang berpikiran begitu. Aku mengambil ponsel di dekat rak buku, mencoba melihat kontak messenger bergambarkan fotonya, cukup tampan dengan balutan kemeja putih sedikit berantakan keluar dari celana jeans birunya seraya menebak-nebak apa yang sedang ia lakukan. Sembari berpikir kata-kata apa yang tepat untuk mengajaknya, aku teringat akan sesuatu. Beberapa hari yang lalu ketika kami pergi bersama, helm hitam kesayanganku tertinggal di tempat duduk belakang mobil pribadinya. Mungkin alasan mengambil helm bisa menjadi alasan paling tepat untuk bertemu dengannya malam ini, sekaligus berjalan-jalan sebentar.

"Emmm...haii Vin, aku rasa aku tak sengaja meninggalkan helm-ku di mobilmu, bisa tolong kau carikan?" begitulah kira-kira aku membuka awal percakapanku dengannya.

"Iya Fira, aku tahu, aku menunggumu menelpon, siapa tahu kau tak butuh helm itu. Kenapa sih penyakitmu tak pernah hilang, lebih sering melupakan sesuatu seperti itu."gerutunya. Alvin memang begitu, menggerutu tak jelas, aku bisa bayangkan raut mukanya yang kelewat lucu ketika ia marah.

Tersenyum, aku tahu itu bentuk perhatiannya, dan aku memang merindukannya setiap saat, "Sudahlah, kau sungguh terlalu pemarah akhir-akhir ini. Maafkan aku, tak akan ku ulangi lagi...emm...kesekian kalinya. Jika kau ada waktu luang petang ini juga akan aku ambil."

"Ambilah, aku menunggumu, aku tak ada rencana pergi kemanapun, mampirlah sekalian jika kau tidak keberatan Fir."

Aku tersenyum lebar hingga seluruh urat-urat di mukaku seperti tertarik kuat dan menimbulkan rona merah muda di sekitar pipi, aku menyebutnya merona. "Ya, tentu saja aku mau, tunggu aku lima belas menit lagi okey?"kataku tak sabar.

"Baiklah, jangan berkendara terlalu cepat, janji itu padaku!"katanya sedikit membentak. Lagi-lagi aku merona sembari mengiyakan permintaannya dan menutup telpon untuk segera bergegas bertemu dengannya.

Ini malam minggu pertama kami bisa berduaan saja, aku sungguh sangat antusias.  Kakiku tak henti-hentinya menari-nari kecil saat berjalan, wajahku masih merona kemerahan, sekilas melirik cermin, aku sangat mirip lobster rebus raksasa. Mencari-cari baju yang casual dan cukup pantas untuk ehem kencan pertama kami malam ini. Aku pilih kemeja merah lembut yang dihiasi loreng-loreng tipis abu-abu, celana jeans pensil berwarna biru gelap, dan sepatu flat kesayanganku. Sedikit riasan mungkin tidak tampak terlalu norak aku rasa, jadi aku menyapu wajahku dengan bedak natural, menggambari alis sekaligus garis mata dengan pensil warna hitam, dan sedikit sentuhan warna peach untuk bibirku, yang terakhir parfume bermerk huruf alfabet ke empat dan ke tujuh, kemudian setelah aku puas melihat riasan dan apa yang aku kenakan malam ini, aku berangkat menuju rumahnya.

Arah menuju rumahnya cukup padat, aku baru sadar bahwa petang ini hujan rintik-rintik, aku melihat ke arah langit, ahhh...rembang petangnya masih terlihat, sekarang bercampur cantik dengan sentuhan warna oranye di langit sebelah barat. Karena begitu sepi, aku putuskan menyetel musik playlist mobil. Aku tak begitu suka musik keras, jadi koleksi pribadiku adalah alunan merdu lagu-lagu sendu. Tersenyum lagi, aku tak membayangkan bahwa malam minggu ini begitu menarik. Jalan raya yang hitam berkolaborasi indah dengan pantulan cahaya mejikuhibiniyu dari lampu-lampu kota dan kendaraan-kendaraan bermotor, membentuk lukisan yang abstrak dan sangat hidup. Aku kembali memeperhatikan jalanku, hujan mulai tampak sedikit deras, dan belum sempat benar-benar deras ketika ku sampai di halaman rumahnya.

"Aku sudah sampai di depan, karena hujan, mau kah kau menjemputku?"pintaku manja.

"Kau ini yaa, selalu saja mendadak menjadi sangat anak kecil. Tunggu disitu, aku akan kesana membaya payung."katanya lagi. Ternyata ketika mengangkat telponku, ia sudah duduk manis di teras rumahnya dan sudah siap sedia payung di tangan kanannya untuk kemudian dibentangkan ketika menjemputku.

Ia mendekat ke arah pintu utama mobil, payung yang ia punya tidak cukup besar, jadi kami harus berjalan berhimpitan satu sama lain. Aroma tubuhnya selalu sama setiap hari. Kulitnya hangat ketika bersentuhan dengan kulit tanganku yang lain. Aku selalu suka ketika di dekatnya, hasrat anak kecilku seperti muncul begitu saja, dia sungguh pribadi yang hangat. Di jalan dia masih saja mengomel ini itu, "Lain kali, kau harus punya payung di mobilmu, kalau kau hujan dan tidak ada payung, kau mau apa? Kehujanan? Sakit lagi?" Ahhh...betapa aku sungguh suka ocehannya. Aku hanya tersenyum dan tertegun sejenak melihatnya ketika ia tiba-tiba mengagetkanku karena kami sudah sampai di ambang pintu rumah. Sedikit terkejut karena ruang tamu rumahnya cukup ramai orang--sebenarnya hanya ada adik laki-lakinya dengan kekasihnya saja--tapi aku masih merasa terlalu ramai.

Dengan canggung aku menuruti kemana Alvin pergi dan duduk di tempat yang telah Alvin persilahkan. Aku menyapa dua insan yang tengah asyik dengan proyek pribadi mereka, mereka tersenyum hangat ketika membalas sapaan.

"Fir, aku ada sedikit oleh-oleh untukmu dari Bunda."kata Alvin sambil menyodorkan kotak panjang berselimutkan kertas pembungkus kado.

"Waww, terima kasih banyak, boleh aku buka?"tanyaku ramah, kelewat ramah untuk seseorang yang sedang berbunga-bunga.

"Nanti saja yaa di rumah."katanya singkat.

Aku merasa cukup mengganggu mereka yang sedang asyik berpacaran di ruang tamu. Sekitar satu jam kami mengobrol banyak hal bersama, dan sudah saatnya aku pulang. Aku tiba-tiba mengurungkan niatku untuk mengajaknya pergi, sepertinya ia juga akan segera pergi bermalam-minggu. Sedikit kecewa namun sudah cukup bahagia karena bisa melihatnya lagi.

"Vin, sebaiknya aku pulang."kataku

"Tinggalah sebentar lagi, terburu-buru ya?"katanya sedikit memohon. Tuhan, tolong jangan mata itu!

"Aku harus pergi ke toko buku bersama Helen malam ini juga."

"Baiklah, sampaikan salamku pada orang rumah ya? Dan kau harus hati-hati di jalan!" Perintahnya.

Aku melamun saat di perjalanan menuju rumah, tidak bisakah kami seperti saudara laki-lakinya itu? Atau mungkin hanya aku saja yang sedang bermuluk-muluk. Aku menelpon Helen, mengajaknya keluar malam ini tanpa perencanaan sebelumnya dan tentu saja seperti yang sudah aku perkirakan, ia akan mengira aku sedang bermasalah dengan Alvin.

Kami sedang menuju toko buku sebelum aku menginjak rem mendadak dan teringat bahwa aku tak sempat mengambil helm-ku.

"Payah!!!"pekiku.

"Ada apa Fir?"tanya Helen kaget.

"Aku melupakan helm-ku, padahal itu barang yang aku butuhkan besok pagi."

"Tanda-tanda orang jatuh cinta tidak dapat dipungkiri."kata Helen iseng.

Aku mencoba mengirim pesan singkat ke Alvin beberapa kali.

Vin, aku melupakan helm-ku lagi. kau sedang pergi? jika bisa aku ingin emngambilnya sekarang.


Aku tahu kau masih melupakannya. Aku bilang, aku tidak kemana-mana. Ambil saja.


Maaf, aku lupa. Ini sudah meluncur ke sana.


Kau masih dengan Helen? jika tidak, temani aku makan malam!


Emm...Aku akan kesana bersama Helen, lain kali yaa Vin.


Baiklah, terserah kau saja. hati-hati dijalan.

Aku kira dia akan pergi keluar malam ini sehingga aku tak perlu repot-repot mengingatkannya untuk makan malam, tetapi ternyata aku salah, aku hanya tenggelam dalam pikiranku sendiri, hanya mengkonsumsinya secara pribadi dan tidak berusaha membaginya dengan orang yang bersangkutan. Aku terus memikirkan berbagai cara untuk membawakannya makan malam, aku tak mau ia sakit. Di luar hujan sudah mulai deras, Alvin sudah sungguh sangat lelah seharian ini dengan aktivitas kampusnya.

"SUSHI!!!!!"teriakku dari dalam mobil.

"Apa-apaan kau ini! Aku kaget!"kata Helen melotot.

"Kita mampir ke resto sushi sebentar ya len, aku ingin membelikannya makan malam."kataku sambil membelok menuju resto sushi terdekat.

"Romantis sekali sih. Malam minggu, hujan deras, membawakannya makanan yang paling ia sukai. Well...kau memang jago soal romantis."

"Tidak, aku hanya baru sekali ini saja berlaku romantis dengannya. Sungguh."

"Kalau begitu, akan ,menjadi malam tak terlupakan baginya."

"Aku rasa tidak juga." Aku hanya bisa berekspresi mengangangkat sebelah pundak dan fokus untuk parkir.

Tak terlalu lama menunggu sushi yang tidak di goreng. Dua porsi berukuran sedang dan berjumlah delapan buah nampaknya sudah cukup untuknnya. Aku bergegas menerobos jalan raya yang masih sangat ramai walaupun sudah menunjukkan pukul delapan malam, cukup ramai untuk kondisi jalanan yang sangat licin dan hujan lebat. Dari resto sushi menuju rumahnya hanya memerlukan waktu tidak lebih dari lima belas menit saja.

Aku kembali memarkirkan mobil di halaman rumahnya. Alvin sudah duduk manis di teras, kemudian ia bangkit menghampiriku dan menuju mobil untuk mengeluarkan helm-ku. Sepertinya ia tak sadar aku membawa satu kantong makanan berukuran sedang di tangan kananku. Ketika aku menerima helm dengan tangan kiriku, aku menyodorkan kantong makanan sushi itu dengan tertunduk malu.

"Emm...untuk makan malammu, aku rasa bisa mengobati rindumu dengan sushi bukan?"

"Untuk siapa?"katanya, wajahnya hanya mengeluarkan semburat senyum malu-malu.

"Untuk penjaga rumahmu! Tentu saja untukmu! Sudah yaa aku harus pulang."kataku malu-malu sambil berjalan menuju mobil. Alvin masih terpaku berdiri di depan rumah, ia tak mengeluarkan kata-kata apapun saat aku disitu, namun ketika aku membuka pintu mobil, dia berteriak sambil terenyum lebar.

"Terimakasih makan malamnya, aku suka!"

Aku puas melihatnya tersenyum lebar malam itu. Senyumnya adalah pil penawar di setiap hari-hariku, aku sering memintanya sebagai obat yang teratur aku minum tiga kali dalam sehari. Dia pil penawar racun paling mujarab yang pernah Tuhan ciptakan. Terimakasih Tuhan.

Sabtu, 22 Oktober 2011

HELLO FELLAS

WOULD YOU PLEASE TO FOLLOW MY BLOG IF YOU DO LIKE IT. ALSO VISIT MY TUMBLR ---> luciana.tumblr.com | Enjoy my writing!! Thank You *heart you all* :)

Jumat, 21 Oktober 2011

AL

Call him Al. 27th years old wise mature man, he was the only one who can make me think that I can stand up correctly above my feet. Yeaahh, he was, because exactly he is no longer existed in my life, he’s gone away, but with a good memorable time together, he is a perfect man for me. Nobody knows who is he. Even my best friends, I was only describe him in a short-listed words, but it represented everything. I never ask God to meet him and then in a short time saying goodbye with the most glorious tears I’ve ever made, emmm…no idea of it! He stayed here deep in my heart only less than 3 years, after all and after I became a colleger, he was gone with one only the most beautiful and meaningful word.

My dear, I will never forget this time when God meets us in this complicated life, only with you I can share this laugh widely, only with you I can cherish a younger sister like you, well maybe we’re not meant to be a couple, but we’ve painted the most beautiful story of our brotherhood and we made all the people even the angels so envy to us. My word for you, only be yourself, stand up exactly above your own feet, believe that you can live without rely on the other people. Here, I pray for you, here I ask God to give you a beautiful life and the perfect man as your mate. Love from me, your unforgetable brother,
AL

I was just smiling with the most glorious tears, and said to God, “Dear God, keep him save!”
By the way, I’m Jasmine. Over than 3 years ago, I dreamed can say this name Jasmine Al, but now, only Jasmine…Jasmine.

Taken From : http://luciananovia.tumblr.com/  (26 September 2011)

Cerita yang Tak Pernah Usai

Aku kembali lagi di sini, tempat yang kusukai, tempat dimana aku melihat kebersamaan penuh cinta dimata mereka.

Melihat-lihat sekeliling, siang yg terik ini begitu menggodaku untuk membeli segelas jus jeruk. Aku angkat badanku dari kursi keras ini, menyusuri ruang lingkup stasiun perlahan-lahan. Aaahhh…banyak yang membuatku mengucap syukur dan merasa malu, sungguh aku tak pantas berjalan begitu angkuh di depan mereka, karena yang kupunya hanyalah barang hasil “dibelikan” aahhhh.

Manusia-manusia mulia berbaju biru dan oranye ini sedikit menggelitikku untuk mengamati mereka lebih jauh lagi. Para asongan yang tak kenal lelah dan seperti berkata “Selama datang di rumah kami” ketika para pengunjung tiba. Di sudut utara ada bapak2 tua membawa majalah-majalah dan koran-koran berpuluh-puluh buah sembari berkata “ini majalah kebayaa, ini majalah muslim” tapi aku rasa itu hasil terjemahanku saja, beliau bisu- Ya Tuhan, terima kasih aku masih bisa berteriak sekeras-kerasnya.

Disudut selatan sana, tepat di pintu masuk ada beberapa bapak-bapak berebut bertanya pada para calon penumpang, “Mari saya bawakan barangnya.” Ketika mereka berhasil mendapatkan kesempatan itu, mata mereka berbinar cerah, namun ketika yang lain belum beruntung aku hanya mendengar helaan nafas panjang mereka, “Ya Tuhan, terima kasih aku tak harus susah payah seperti itu untuk mempunyai uang dan hanya untuk makan tiga kali setiap hari.”

Pandanganku kabur, seorang wanita lanjut usia dengan tatapan sayunya menyodorkan seplastik salak pondoh, “Mba, ini mbuk dibeli salaknya simbah yaa.” Meski ia tak menceritakan keluh kesahnya, aku sudah tahu pastii ia ingin aku membelinya. Aku lihat uang di dompetku, hanya tersisa 50ribu rupiah, yahh…aku tak butuh salak saat ini. Bagaimana ini Tuhan? Beberapa menit kemudian ada segerombolan ibu-ibu menyerbu simbah tadi, dan ia melihatku dengan tersenyum. Dalam hatiku : “Alhamdulilah Ya Allah, masih ada yang mau beli.” Sekali saya masih bersyukur, tapi juga merasa malu :(

Tidak berapa lama, head office stasiun ini mengumumkan bahwa kereta argo wilis sudah datang dan berada di jalur 3. Betapa terkejutnya aku ketika melihat semua orang berlarian (baca: kuli panggul) mereka berebut memasuki kereta api, tidak tua tidak muda, yang pasti para kuli panggul itu berebut membawakan barang-barang kami semua sebagai penumpang, dengan upah yang tidak seberapa, kata salah satu dari mereka : “yang penting bisa makan”

Sembari mengikuti keluargaku menuju gerbong tiga kereta api argo wilis aku terus menatap mereka. Yang dilakukan mereka sungguh membuatku berdecak kagum, Tuhan mereka hanya butuh makan 3x sehari saja harus sekeras itu mendapatkan uang, sedangkan aku bisa kapan saja makan tanpa harus peduli akan habis uang yang aku punya ini. Tuhan, mengap pemerintah kami yang di atas hanya sibuk memperkaya diri? Sementara dibawah mereka jauh sekali, ada orang yang tidak bisa makan 3x sehari. Tunjukkan pada mereka Tuhan, buka mata mereka. Aku rasa mereka harus mengganti jadwal liburan ke luar negeri mereka dengan liburan setengah hari saja di tempat umum seperti itu.

Kereta ini sudah meluncur begitu cepat menuju kota kembang, dan aku tahu ada kisah lain menanti di stasiun sana.

(Taken From : http://luciananovia.tumblr.com/ (24 Juni 2011)

In The Midnight Spot

Sedikit menyimak apa yang ada di film itu, korea ngga pernah nipu filmnyah :p
Malam itu cuma hanya ada dentuman musik dansa dan hentakan sepasang kaki perkasa ditambah dengan sepasang kaki mungil. Awalnya hanya detak jantung saja yang terdengar, sepasang adam dan hawa ini hanya tersipu malu tak saling pandang namun kaki mereka tetap gemulai indah mengikuti alunan musik dansa tadi.
Sedikit saling pandang beberapa detik, untuk kemudian saling menunduk tak mampu menatap mata satu sama lain.

Mulailah sang gadis bertanya…

Geum Jan Di : “hey kau lee min ho, mengapa kau memilihku ?”

Lee min ho : “kenapa memangnya?”

Geum Jan Di : “aku kan tidak cantik, tidak kaya, ayahku kerja serabutan, aku bukan berasal dari keluarga terpandang, bahkan menarikpun tidak. Sedangkan kau, kau itu tampan, kau pewaris tunggal perusahaan Shinwa yang sudah terkenal di dunia, kau berasal dari keluarga terpandang, dan kau punya segalanya, seharusnya kau bisa memilih yang sepadan denganmu.”

Alunan musik dansa masih saja mengalun, tarian dansa mereka sungguh masih indah walau mereka terlibat pembicaraan serius.  Sedikit menyunggingkan senyumnya, Lee Min Ho-pun menjawab…

Lee Min Ho :”Karena aku sudah punya semuanya, ketampanan, harta, status sosial, semuanya sudah aku dapat, aku sudah dapat kesempurnaan itu. Itulah mengapa aku memilihmu yang jauh tidak sempurna, aku ingin membagi kesempurnaan ini denganmu.”

Jawaban Lee Min Ho cukup membuat Geum Jan Di tersenyum lebar, kinii ia percaya bahwa dialah jodoh yang sebenarnya. Bukan kesempurnaan yang dicari, melainkan ketidaksempurnaan cinta yang mampu membuat cerita cinta itu menjadi jauh lebih indah dan romantis.

Cintailah pasanganmu dengan sempurna, meski kau tak melihat sedikitpun kesempurnaan yang ada didirinya !!!
*sekiiaaann cerita sabtu malam ini*

Taken from : http://luciananovia.tumblr.com/ (6 Maret 2011)

God...It is wonderful !!! And Thank You

One day, one perfect day between yesterday and tomorrow,
I was just feeling guilty if I couldn’t make it again.
So I decided to say “yes” for another little plan with you.
Just simple “ask”…and he just need simple “answer” from me
It will be a good thing if it is a “Yes”…
and of course, it will be the worst, if it is a “Sorry if I could I Would”
Yess…I made it, NO !!! We made it…another fun great day together.
What I loved about a couple days ago was we always share the laugh, and the fun together.
Something that will never couldn’t bought by anything, even money, just share the love and happiness.
For those who always feel alone, look deeply into yourself, you are with yourself, you are with your parents, you are with your family, you are with your best friends, and they are the only one who will make the happiness for you. They worth your SMILE.
Remember, God is so GOOD !!!!! Makes all the best things just for you ;)

Taken from : http://luciananovia.tumblr.com/ (19 Februari 2011)

Selasa, 01 Maret 2011

First day on March, and Disaster

1 Maret 2011

Aku kira bulan Maret ini akan menjadi bulan yang sangat istimewa, banyak moment yang harus dirayakan.  Tapi sayang sekali aku harus melewatkan moment penting sebelum tanggal 19 Maret 2011.  Satu tanggal istimewa untuk sahabatku, hari kelahirannya, yaahh...sudah kurancang beberapa kejutan kecil untukknya, semuanya sudah terekam sempurna di otakku dan siap untuk di jalankan.  Sungguh semua hanya bisa direncanakan manusia, hanya kuasa-Mu ya Allah yang bisa merubahnya.

Sedikit terdiam dan melamun di beranda rumah, membayangkan bahwa hari itu aku bisa membuatnya tertawa meski hanya kejutan sederhana saja.  Tak ada harapan apapun selain hanya untuk membuat sahabatku tertawa, mungkin saja aku bisa mengurangi sedikit beban yang sedang ia alami.  Entahlah...tak pernah ku bayangkan aku yang sedang berada diposisi ini, beberapa minggu yang lalu di bulan Februari, kami masih bisa tertawa bersama, menikmati teriknya matahari siang hari, menyusuri jalanan kota Yogyakarta yang sedang sangat padat-padatnya sembari melontarkan "joke-joke" remeh seperti yang biasa kami lakukan. Ahhh...tidak bisakah semua berjalan sewajarnya saja? Pikiranku benar-benar kacau, seharusnya bulan Maret ini menjadi bulan paling membahagiakan untukku.

Menerawang ke atas langit, mendung !! Selalu saja seperti ini, membuatku semakin mencekam.  Sebentar lagi hujan pasti dan benar saja suara tik...tik...tik...sudah mulai terdengar, seperti ber-orkestra saja mereka.  Kepakan sayap burung-burung terdengar riuh, seperti manusia saja, mereka tak mau basah kuyup kehujanan dan segera mencari tempat berlindung.  Dedaunan di taman depan rumah sudah kembali menghijau, warna hijau yang menenangkan mataku, indah sekali.  Ku dengar dentingan jam dinding di ruang tamu sebanyak empat kali, masih pukul empat sore ternyata.  Ku lirik telpon genggamku, tak ada yang berubah dari seminggu yang lalu, telpon genggamnya ikut membisu, ia terdiam seakan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh si empunya.  Ia membisu, benar-benar membisu. Tak ada satupun pesan pembawa kebahagiaan lagi, tidak akan ada lagi pesan singkat darinya, sapaan hangat setiap pagi atau sebelum tidur, joke-joke renyahnya yang sungguh garing aku rasa, rengekannya ketika ia meminta saran dariku, atau mungkin suara khas penyanyi-penyanyi pria jaman sekarang, ia sudah hilang entah kemana.

Sedih...hanya ini sepertinya yang mampu menggambarkan seluruh perasaanku.  Hanya karena nila setitik, rusaklah pula susu sebelanga.  Salah paham yang sungguh kejam, dan seketika itu aku mulai membenci orang-orang yang dengan sengaja menciptakan suasana ini, tunggu...aku sama sekali tak pernah mengatakan bahwa aku mebencimu Tuhan, hanya orang-orang yang sedang berusaha mengatur hidupku saja, hanya mereka.  Mereka terlalu perhatian kepadaku dan terlalu ikut campur lebih tepatnya. Mereka bencana !!!

Aku memutuskan untuk menjauh darimu...

Kata-kata itu seakan menamparku begitu kerasnya.  Tak pernah ku bayangkan akulah tokoh utama yang ditamparnya, bukan peran pengganti atau bahkan peran pembantu.  Terkejut, terpana, dan seperti tercekik aku tak bisa bicara ketika melihat pesan singkat itu jelas-jelas tertulis dan terlihat di monitor telpon genggamku.  Ku ambil segelas air putih, sedikit melamun, dan kembali memandangi kata-kata kejam itu.  Benarkah itu dia yang mengetiknya? Benarkah itu sahabatku yang sudah enam tahun aku mengenalnya? Aku tidak percaya, ku cubit kedua pipiku, ku matikan telpon genggamku dan kembali menyalakannya. Tapi...pesan singkat itu memang nyata.  Dengan berbagai alasan yang ia kemukakan, aku berusaha tersenyum dan bangkit.  Aku bukanlah gadis yang suka memaksakan kehendak orang lain, aku menghormati semua keputusanmu, namun aku tak bisa membiarkan keadaan yang kejam ini menghantamku, jadi biarkan aku membenci orang yang mengacaukannya.

Hanya karena aku tak mau kau mencintaiku lebih dari sekedar sahabat...

Apapun anggapan buruk mereka tentangku dan dengan perasaanku, mereka hanya orang yang "sok" tahu.  Mereka tak pernah tahu tentangku, semuanya.  Bagaimana mungkin aku bisa begitu mencintai sahabatku sedangkan aku selalu mendoakannya supaya ia segera memiliki pasangan yang baik untukknya?  Bagaimana mungkin ia dan orang-orang itu merasa bahwa aku punya maksud tertentu dan mengharapkan sesuatu darinya dibalik persahabatan yang tulus?  Dan bagaimana mungkin aku begitu hebat memendam perasaan ini selama enam tahun? TIDAK !!! Itu semua hanya omong kosong, tak pernah sekecil apapun aku mengharapkannya menjadi kekasihku, TIDAK dalam kamus persahabatan kami !! Bukan begitu caranya menghargai persahabatan sayang.  Dan aku rasa, aku tak perlu bersusah payah untuk membuktikan apa yang tidak perlu dibuktikan kepada mereka.

Persahabatan kami...Putus !!

Sesuatu yang tak pernah aku kira.  Aku kira kami masih akan sangat bersahabat baik selamanya.  Aku kira kami akan melewati Maret yang luar biasa indah ini bersama-sama sembari mensyukuri enam tahun yang hebat dan saling mendukung ini.  Dan aku kira kau akan datang pada tanggal pentingku 19 Maret 2011 ini sembari berkata.."Hey you good lady, good job for your graduation, next will be your luck to find the best carrier and dreams. Atau mungkin sebelum tanggal itu aku yang akan memberikan kejutan kecil untukmu sembari menyematkan doa supaya kau panjang umur dan sukses selalu.

Aaahhh....aku menyeka air mata, sudahlah...
Tak pernah kubayangkan akan sesulit ini bersahabat dan berhubungan baik denganmu hingga akhir hayat, dan tak pernah kubayangkan betapa banyaknnya orang yang harus mencampuri apa yang sebenarnya tidak mereka ketahui.

Hujan masih saja turun, semakin lama semakin deras, ku lihat halaman depan rumah yang tergenang air cukup banyak.  Dingin sekali di luar sini.  Aku putuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan kubiarkan semua yang terjadi ini terbawa arus air yang menggenang, terhapus oleh hujan badai ini, dan menghilang.

PS : I never ever think that the name of friendship can be broken like this, but would you please just ask your heart, if you feel better, feel free to leave it, if it is the worst for you, whenever you need me, I'll be there always.

Kamis, 03 Februari 2011

Jembatan untuk Jejak Hati dan Jalan Pikiran...

-Masih Berdebat-

Haii, panggil aku Gadis, yaa, orang tuaku yang sangat baik itu memberiku nama Gadis Ayunindya. Kalau boleh untuk sedikit berbagi tentang aku, maka inilah aku. Aku bukanlah wanita yang mengidap penyakit autis, atau semacamnya. Aku pun bukan seorang wanita gila, bukan pula seorang wanita yang punya keahlian khusus atau tepatnya anugerah khusus yang diberikan Sang Maha Pencipta, mungkin kita sering menyebutnya seperti indra keenam. BUKAN !!! SAMA SEKALI BUKAN !!! Aku hanyalah gadis biasa.

"Ahhh....bisa-bisa aku jadi orang tidak waras kalau lama-lama begini. Ya Tuhan...ini anugerah atau apa ? Atau mungkin memang aku saja yang tidak normal ?" kataku lirih. Percaya atau tidak, aku sering sekali bisa mendengar perdebatan yang sangat sengit dari dalam diriku. Sesuatu yang tidak wajar dan mungkin aku bisa jadi orang yang tidak waras. Perdebatan antara pikiran dan hati yang ada di dalam tubuhku. Tidak pernah sekalipun aku mendengar mereka sama-sama saling mengerti, yang ku dengar setiap harinya adalah perdebatan yang luar biasa membuatku lelah. Ingin sekali rasanya aku meneriaki mereka dan berkata, "Cobalah untuk saling mengerti, lakukan paling tidak untukku saja, aku ingin bahagia !!" Ahhhh.....

"APAAA !!! Jangan melihatku seperti itu, aku benci tatapanmu !" kata Hati.

"Dasar Kau, hanya bisa menangis. Dapat untung apa kau dengan menangis HAH !!" bentak Pikiran.

"Kau.....memang tak punya perasaan. Aku sedang sedih, aku sedang ingin menangis. Aku tahu kau hanya iri, karena kau tak punya persediaan air mata !!! Dan jarang diberi tugas oleh Gadis "Majikan" kita. Pergi dariku..."kata Hati lagi dengan mata merahnya.

"Memang aku tidak punya. Dan aku bangga-bangga saja, toh aku punya LOGIKA, dia yang membuatku kuat dan tidak lemah, tidak seperti kau !!!"kata Pikiran.

"Kau tahu tidak kalau logika-mu itu membuat perasaanmu seperti batu. Aku hanya heran saja padamu, kau keras seperti batu, tidakkah sedikit saja kau ingin menangis, tidakkah sedikit saja kau ingin merasakan yang namanya punya PERASAAN ?" kata hati lagi, masih dengan mata berbinar.

"Jangan mengajariku macam-macam, kau hanya sesuatu yang lemah. Aku diciptakan memang hanya untuk menjadi PIKIRAN, aku berpikir dengan LOGIKA yang Tuhan anugerahkan, dan aku dilindungi oleh OTAKKU. Dan bagaimana denganmu ? Bisa kau jelaskan semua tentangmu hey Hati ??"kata Pikiran.

"Sungguh keterlaluan kau. Aku juga tidak kalah hebat denganmu. Aku adalah hati, aku punya perasaan, aku diciptakan Tuhan untuk bisa merasakan sedih, menangis, galau, terpuruk, patah hati, dan bahagia."kata hati.

"Hey hati, mengapa dari banyak tugas-tugas yang diberi Tuhan untukmu kau hanya mampu menyebutkan satu bentuk rasa positif ? Hanya bahagia saja, mana yang lainnya ? Kau tidak adil, kau hanya menyebutkan satu di antara banyak hal-hal positif. Aku tidak mendengar kau ucapkan si Tawa, si Senyum, Si Jatuh cinta, Si semangat, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan kau begitu bersemangat dengan semua hal-hal negatif. Apa kau tidak lelah menangis ? Aku rasa air matamu sangat terbuang sia-sia untuk hal yang tak begitu penting menurutku."kata pikiran.

-Jembatan untuk mereka itu ternyata aku sendiri-  

Aku melongo, aku seperti tersentak, aku tak tahu bahwa pikiranku sebenarnya memberontak. Kenapa aku tak memikirkannya sejak dulu ? Yang ku tahu hanyalah kesedihan, mana kebahagiaan yang ku gembor-gemborkan kepada orang lain ? Sungguh aku hanya omong kosong belaka. Mengapa hatiku begitu rapuh ? Seolah sangat mudah berdarah dan terluka, sudah ku obati lukanya, lalu kubiarkan terluka lagi. Aku tidak adil, aku tidak pernah mempercayakan hidupku pada si Pikiran yang jelas-jelas dia menawarkan logika yang luar biasa indah, yang bisa membuatku menertawakan hidup ini, bukannya malah ditertawakan oleh hidup. Aku rasa tugas hatiku telah selesai, saatnya dia untuk beristirahat dan tidak terlalu banyak menanggung beban. Sedikit terdiam sejenak, lalu aku berkata pada si Hati dan Pikiran.

"Heyy teman-teman terbaikku, terima kasih telah menemani hidupku selama ini, aku bukan apa-apa tanpa kalian, namun aku merasa sangat tidak adil sebagai "Majikan" kalian. Aku terlalu banyak membebankan semua hal padamu yaa Hati ? Dan aku malah tidak pernah sedikitpun mempercayaimu yaa Pikiran ? Padahal, seharusnya semua ini berjalan seiring dan saling mengimbangi. Heyy Pikiran, aku tak pernah tahu bahwa ternyata, sekeras apapun kau dengan hati, tapi sebenarnya kau hanya ingin menghadiahkan pada hati, terutama padaku, sekotak besar logika-logikamu yang akan membuat kami bahagia. Dan kauuu Hatii, kau sangat perduli padaku, kau membuatku bertingkah sangat lembut dan manis selayaknya wanita keibuan kebanyakan. Kau hebat, karena kau aku lebih banyak bisa ber-empati atau bahkan ber-simpati pada orang lain, pada banyak orang terutama. Tapi kau tahu, kau terlalu baik memperlakukanku, sampai aku tidak mampu membedakan mana orang-orang di dunia ini yang benar-benar baik untukku, dan mana yang hanya "bertopeng" saja. Mungkin sudah waktunya kita saling bekerja sama untuk hidup yang lebih baik. Kau hati, kau punya tugas 50% untuk hidupku, dan Kau pikiran, aku memberikan kau 50% juga untuk selalu memberikan logika-logika hebatmu. Bagaimana menurut kalian?"kataku ketika berdiskusi pada mereka.

"Aku setuju saja, mungkin saatnya aku untuk berbagi dengan si Pikiran, aku tidak akan menganggap dia jahat lagi, dia bukannya keras, dia hanya ingin memberikan yang terbaik, dia ingin membuatmu sebagai wanita yang kuat, tidak mudah diinjak-injak orang lain."kata si Hati sambil tersenyum pada si Pikiran.

"Naahh, akhirnya kau sadar juga Hati, bahwa aku tak pernah punya maksud buruk. Aku hanya ingin "Majikan" kita ini bisa sedikit berpikir logis untuk setiap masalah yang ia terima, terkadang berpikir denganku melalui logikaku, tidaklah buruk hasilnya, percayalah."kata si Pikiran membalas senyum si Hati.

"Okeeyyy, aku sangat lega. Selamat bekerja sama teman-teman, mari kita buat hidup ini lebih berharga dengan kebahagiaan yang memang pantas kita terima."kataku kepada mereka.

-Selesai-

Rabu, 29 Desember 2010

Selamat Malam...

29 Desember 2010...

Selamat malam...merasa puas karena sudah berteriak GOL untuk Indonesia malam ini. Sedikit terenyuh, karena Irfan Bachdim menangis, yang ia tahu mungkin adalah, mengapa ia tak mampu mempersembahkan GOL yang indah untuk negara yang ia cintai itu...INDONESIA. tapi over all, what you have to be grateful is...WE ARE INDONESIAN.

Sekian dan Terima Kasih :))

Rabu, 10 November 2010

Get Crush for going down so quick...

This Monochrome life still don't wanna go away from me. I guess I wanna be a magician to fade this grayness away...

Hell No !!! Hey my mother mood, where are you going ?? I can't handle this bad mood anymore.

It has been many years ago since I felt the best feeling that people usually called it as love.  I don't know why, lately this feeling is going to be something I wanna run away from.  Feel useless, feel like what the hell is going on here. Can I breath for such awhile ?? Maybe a second, take me free and out of this situation.  But this is the life dude, You never can go away unless the death will stop you ! ! !

For long time ago, I never feel something different like this before, but when I got crush, suddenly it was disappear so quick.  It's not fair to angry with God, it is what will you spend, it is what will you sacrifice for.  I don't talk about fighting for love.  In my dictionary it's just a bullshit ! Fight for love ?? Find me and show me your love, free me from this misery if you really mean it.

The position that we've met, it was wrong or something ?? Or it was a faith ?? Your decision made me breathless, like there's no fresh air, I need you like the oxygen.  However, I respect you because you are my best friend. I love you just the way what we are now. Don't change it again. When you get someone much much better than me beside you, so it's a me time to get back and just stay behind you, support you as well.  Don't ever worry about me, I'm the best actress, so I can hide my tears behind my smile, and I can show you my happiness beyond my sadness.  But trust me, I will be just fine.

So glad and faithful cuz God met us together, at least I found something that loving and be loved is more than just the easy word !

Minggu, 07 November 2010

Trying to be "A half full glass of wine"

Yogyakarta, 7 November 2010, a half nite of gloomy Sunday...

Hello anyone, it is my first story in this November.  Seems like too long I've left this blog. But now You look more gorgeous I guess.  It's YOU in new style, new thought, and new wonderful stories.  Like what I said in that title, "Trying to be 'a half full glass of wine'", I'm here because I just wanna show you that I want be that way. I've changed the title of this blog, from The Lovable Lucindud to The Luciana Story.  Hahahahahh, have you ever think that you are getting old time after time, but you still do something silly ?? Yes that is ME. Yeahhh, hahahahh, sebagian orang banyak tahu sama title ini "Lucindud", but somehow I just wanna grow up. I'm trying to be better person. I'm trying to be a lady and leave the tittle spoiled girl. And I'm trying to be that half full glass of wine :)

Whatever you say outside, this way is totally complicated, but once again, I have someone out there who think that what we wanna be is something easy when you get your positive mind. Be thankful for that someone special, I have you more than just I have a billion jewellery ! :)

Heeyyy wait, don't you hear what is happening in my city now ?? Yesssss, that's why I called it gloomy night. Never feel like this before. The most beautiful mountain called Merapi is becoming the queen of the news today. The eruption so concerning. The rain ash all the day and it has been happening for many days. It is making us the society of Jogjakarta mourn all the times. But what we believe is just Allah SWT still will protect us, still love us, and still want us to pray to Allah SWT.  Hey my friends, show your smile and be patient, cuz everything is gonna be okay ! ! ! :)

Senin, 30 Agustus 2010

Monday, Should I really Love this day ??

Again, I'm starting to write something, there's so many things in my thought right now. Feel so empty, yess I am !!! This feeling is so suck.

Ketika lo ngerasa sendirii, jauuhh, dan nggak ada artinyaa. Kayakk ditengah-tengah keramaian orang banyak, cumaa sendiri ajaa. gue takut kehilangan, itu ajah. Just like a miracle this life, how can u describe it well ?? A BEAUTIFUL LIFE, errrr.....hemmm......Money, Honorary, Jewelery, Position. NOPE !!!! Never at all. Bukan ituu yg gue cari, indahnya hidup ini, bukan itu semua. Just, there's something that I really wanna tell, but it's too hard to say.

Horrible, hidup lo bakalan jadi kayak momok mengerikan kalau yang ada di otak lo itu beberapa hal yang gue bilang tadi. Apa siihh ?? Apaa sihh yang bisa bikin hidup lo lebih berharga, berasa kayak lo punya semuanya, bisa atau ada nggak yang bikin lo TERSENYUM TULUS setiap detik ??

ADA...yeessss.....itu DIA. Siapa siihh ?? Siapaa sihh DIA ituu ??

Nggaaakk, dia bukan orang yang sempurna, DIA jauh dari sempurna. Berapa skalanya ?? Yaahh, cuma 1% kok. Hah kug bisa ?? iyaaa dong, yg gue lihat siih, DIA bisa menyempurnakan 99% hidup gue. Pake apaaa ?? CUMA PAKE SENYUM DIA, CUMA PAKE KEBAHAGIAAN DIA, CUMA PAKE TAWA RENYAHNYA DIA.  DIA itu 1% gue. Makasih Ya Allah :')

99% + 1% = KESEMPURNAAN HIDUP GUE DARI ALLAH SWT....Alhamdulilah ya Allah :))

Selasa, 20 Juli 2010

Kabar itu sangat menyentakkan...

Haiii....met sore semua. Udah lama nggak blogging, ada cerita yang lama banget dipendem, belum sempet buat diceritakan disini. Boleh kita mulai sekarang ajaa yaa... :)

Berawal dari Mama yang sering nyalon disebuah salon di daerah jalan parangtritis, aku ikut mengenal sesosok wanita cantik berwajah sayu.  Wanita itu sudah tidak diragukan lagi kecantikannya.  Wajahnya mirip noni-noni Belanda, kulitnya kuning langsat bak anggota bangsawan.  Bukan bermaksud berlebihan, tetapi itulah kenyataannya. Iyaa, dia pemilik salon itu. Sebut saja dia Anggun.  Seperti namanya, ia memang sangat anggun. Mungkin tidak akan ada yang percaya bahwa wanita paruh baya itu sudah memiliki 5 anak yang lucu-lucu.  Iya, dia seorang ibu yang hebat pula, bagi dia anak-anak-nya-lah yang nomer satu.

Seperti biasa, dia menyambut para tamunya dengan ramah, dengan senyum yang ramah, "Mari masuk." Dan setiap tamu yang datangpun pasti tersenyum balik.  Hari itu ia seperti sangat lemah, wajahnya pucat pasi, aku membisikkan sesuatu ke telinga mamaku, "Ma, mbak Anggun pucet banget yaa..." Mama menatap sebentar wanita paruh baya itu, kemudian mendekatkan bibirnya ke telingaku, "Iya nak, mbak Anggun sedang sakit."
Pikiranku sedikit menerawang, aku menatapnya lekat-lekat, dan hati kecilku mulai terusik untuk berbicara, "Hah, beliau sakit ? Masa sihh ?" Masih menatapnya, kemudian sedikit terperanjat ketika Mama mengajakku masuk salon lebih dalam lagi.  Mbak Anggun tersenyum padaku, "Ehh ini Luci tooh, udah besar yaaa sekarang, perawan-perawannya mbak Ena ayu-ayu yaa." Hehehehh, akuu sedikit tersipu oleh kata-katanya. "Hahahahh, iyaalah mbak, masak yaa cilik terus toh. Wong akuu yo wis tuo kok."kata Mama, yakin deh pasti pengen dibilang masih muda, hahahahh LOL ! Mbak Anggun ikut tertawa sambil berkata, "Hahahah, yoo ora toh mbak Ena ki isih enom ngene kok. Piya mbak, apa kabar ?" "Hahahah, awet enom, Alhamdulilah."---Tuh kan Mama, apaa aku bilang. hehehehh. "Mbak Anggun piye mbak kabare ? Kok pucet banget, sakit opo ?"lanjut Mama. "Iyoo Mbak, aku liat Mbak Ena ki awet enom terus, nggak pernah ada masalah yo mbak, seneng uripe. Aku sakit udah lama mba, komplikasi, iki sekarang gula. Lagi berobat jalan mbak, heheheh."kata Mbak Anggun. Hah Astagfirullah, Mbak Anggun sakitnya komplikasi ? Gula juga ? Astagfirullah, pikirku dalam hati. Hari itu adalah hari dimana pertama kalinya kami tahu apa penyakit Mbak Anggun.

Kami jarang sekali ke Salon, kalau nggak karena mau ada acara keluarga ya nggak bakal ke salon. Beberapa bulan berikutnya kami mengunjungi salon Mbak Anggun lagi, tapi kami hanya disambut oleh pegawai-pegawainya. Salah satu pegawai yang cukup dekat dengan Mama menghampiri Mama. "Ayoo mbak Ena, mau semir rambut warna apaa ? udah lama nggak kesini yaa mbak." "Iyaae mbak, lha ini semirnya udah ilang, besok mau ke luar kota, yaudah aku semir aja. Anakku kayak biasa yaa Mbak, Hair spa stroberi katanya." Aduh Mama, aku boas bilang sendiri kok yaa, tenang deh Ma, nggak bakal ikut semir juga --,--a hehehh.

Setelah beberapa lama di Salon, Mama mulai membuka pembicaraan. "Mbak Wulan, kok sepi banget salonnya. Mbak Anggun kemana ?" Sambil mengaduk-aduk adonan cat rambut, Mbak Wulan berkata, "Iyaa, laah Mbak Ena nggak tahu po, Mbak Anggun tu lagi berobata di Jakarta sekarang, di Rumah sakit Jakarta mbak." "Weehh, iyaa toh mbak, akuu nggak ngerti lha wong jarang kesini toh. piye udah sembuh belum sekarang ?"kata Mama "Beluum mbak, tambah parah. Lha orang sakitnya Mbak Anggun ki karena strees kok Mbak Ena."kata Mbak Wulan. "Ohhh, lha stress opo toh mbak ? Wong semua-muanya udah punya kok, Suaminya sukses, anak-anaknya lucu-lucu, salon juga ikut sukses toh mbak."kata Mama lagi. "Wah,mbak Ena nggak tahu yaa, kasian lho mbak Anggun itu. Sering ribut sama suaminya, ini aja nggak tahu kemana pas mbak Anggun sakit, mbak Anggun itu maunya anak-anak yang nomer satu, pokoknya sering dimarahin sama suaminya mbak. Kasihan mbak Anggun."

Yaak, sekali lagi kita tahu untuk pertama kalinya apa yang terjadi dengan mbak Anggun. Sekaligus menjawab semuanya, menjawab mengapa wajahnya sselalu sangat pucat dan sayu. Kasihan mbak Anggun, malang sekali nasibnya, hidupnya tak berjalan seanggun namanya.

Waktu berlalu sangat cepat, namun tetap saja sangat lama kami tidak ke salon itu lagi. Mama belum punya gawe, dan sayapun terpaksa menahan nafsu untuk Hair spa lagi. Maklumlah, mahasiswa yang masih menyusahkan orang tuanya. Hehehehh. Suatu siang, disaat aku berbincang dengan temanku, kami membahas tentang model rambut yang masih jadi trend. Tiba-tiba temanku bilang, "Eehh...Ci, ibu yang punya salon itu meninggal loh sebulan yang lalu kalau nggak salah. Mamamu tahu nggak ?" "HAAAHH ???? Woott ?? sapaaaa?? Embahnya atau gimana siih ??"kataku syok sangat kaget. "Bukaaann, yang punya salon, Mbak Anggun toh namanya ?"kata dia lagi. "Hah, Innalillahi, Astagfirullah." Dan reaksi yang samapun diberikan Mama setelah aku menceritakan kabar duka itu. Belum sempat pula kami ke salon, dan waktu-pun berlalu.

Mungkin ini jalan Allah, beliau meninggal, beliau sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik di dunia ini. Mbak Anggun berjuang demi anak-anaknya. Rasa sakit Mbak Anggun akan hilang walau hanya melihat senyum anak-anaknya. Namun Allah SWT berkehendak lain, Mbak Anggun meninggal dan hanya ada anak sulungnnya disampingnya ketika itu. Selama masa kritis suaminya tak menampakkan batang hidungnya sama sekali, yang ia lakukan sangat hina, ia menyuruh wanita simpanannya untuk menunggui Mbak Anggun di Rumah Sakit, bukan sembuhlah yang didapat, dan Mbak Anggun pun merelakan semuanya, ia pergi. Seperti dapat mengetahui apa yang dikatakan raut wajah putri sulungnya, "Ma, selamat jalan yaa, Mama lebih tenang disamping Allah SWT disana." Beliau dimakamkan dijogja, semua orang berduka, semua orang serasa tak percaya, anak lelakinya seperti masih linglung. Sekitar tiga hari setelah pemakaman, suaminya datang ke salon itu dengan wanita simpanannya, begitu cepatnya cinta itu memudar, begitu kejamnya yang ia lakukan, tanah merah itu belum kering benar, dan duka ini belum juga mereda. Selama itu pula si wanita tak tahu diri itu berusaha ikut campur dalam rumah tangga salon itu, ia mengubah salonnya, tanpa rasa malu. Jijik sekali melihat kedua pasangan tak tahu malu itu. Sang suami berpura-pura mengeluarkan air mata buayanya didepan teman-teman dan keluarga Mbak Anggun. Sungguh hina mereka itu. Apakah mereka tak tahu bahwa semua orang mencibir tangisan palsu mereka ?? Yaakk, yang sering keluar dari mulut para tamu adalah bahwa mereka itu 'LEBAY' mereka berpura-pura, sungguh menjijikkan. Tak tega melihat adik-adiknya dengan kekejaman yang dilakukan ayahnya itu, sang gadis sulung berkata, "Pa, sudahlah, mbok jangan dibawa kesini perempuan itu. Masih berduka Pa." Dan jawaban yang sangat mengagetkan dari sang Ayah itu, "Kamu anak kecil tidak usah ikut-ikut. Ngerti nggak !!!" kira-kira begitulah, hampir seisi ruangan mendengarnya mungkin. Dan si sulung hanya mampu mengurai air matanya, ia terdiam, tertunduk lesu sambil membayangkan wajah ibunya.

Tidakkah kalian menginginkan wanita yg selalu setia kepadamu ?? Maka balaslah kesetiaannya. Mereka (para wanita) hanya ingin kalian (para pria-nya) untuk tetap menjaga janji seperti yg slalu kalian bilang ketika pertama kali kau mengatakannya--» I love you and your the one and only in my heart--»prove this boys ! ! ! ...The girls need the provement not the words.




Form this heart,

Luci

PS. Semoga beliau tenang disana. Jadilah bidadari dihati anak-anakmu ;)

*Terdapat manipulasi nama dan tempat untuk menghormati pihak-pihak yang terlibat*


 


Senin, 12 Juli 2010

back againnn ;))

Haiiiii everyone, seems a little crowded yakk outside ?? My days seem really full of many uniques business for a couple months ago ;) but, I won't let all of my beautiful days without any great story :D

Apa yang bisa dicritainn yaaaaa ..??????

Banyak siih sebenernyaaa, liburan bulan lalu pergi ke Batam plus Singapore sekeluarga, seneng bangett sih. huhuuhuhuhuuu.....Alhamdulilah bangett deh, Allah selalu kasih rejekii buat akuu sekeluarga :D

Heeyyy, ayokk bercerita ajaah yaakk.....kita mulai cerita di post baru ;))

Selasa, 25 Mei 2010

Back Again to the reality live widh....

Hello world...back again after got relax...I mean looooonnggggg relaxing time. Pheewwww.....!!! So tell me, How are you doing guys...??? I see some stroy to tell you and I really wanna finish my own novel called LOVE ME MORE. Hope it will be something great purely from my stupid brain. hahahahh. THX.

XOXO
and especially with love,
LUCI

Selasa, 20 April 2010

Haiiiii....

Udah lama nihh tidak menyentuh dirimu. hehehehh. Aku punya satuuu kutipan cerita sebenernyaa, tapi belum sempet diposting. Dan akuu belum ada mood buat bercerita. hehehehh.

Hemm....short holiday to Batam and Singapore, will be very lovely for me. hehehheh. Can't waiit deehh. Tapi bakal sangadh merindukan mr.udulz, kaluu dia bisa ikudd, kan akuu bisa koleksi banyak foto-foto gituu di setiap sudut. ehhehehehh.

Apaan lagi yaaa. Hemm....pas banget akuu mau UTS yaa liburan kali ini, makannya haruuss belajar dulu. Mudah2an Allah SWT merestui, jadinyaaa...akuu sukses semua. hehehehh. aduuh, lagii maless nulis banyak2. see yiu ajhahh yaaa....=)))

with love,

Luci

Rabu, 31 Maret 2010

Up LaTE----uP LAte...

Hemmffhh.....up late beneran deeh nihh.

Selamat tengah malam menjelang pagi dunia...^.~

Tebak saja...sekarang sudah menunjukkan pukul 11.52, yang artinya 8 menit lagi (atau mungkin ketika aku selesei menulis blog ini, sudah pukul 12 lebih sekiaan yaaa). Betah sekali rupanya mataku ini melihat-lihat materi Instrumen kredit untuk bahan presentasi besok sore. Okaayy....just simply I can say to you...presentasi kali ini...lumayan berat, ibarat kata klien yang akan aku hadapin ithu klien besar. Jiiiaaahh.....lebaaiii dah. hihiihihi =p

Heemmffhh............malem ini nggak akan ada apa-apanya tanpa semangat super brilliant dari lelaki brilliant nan tampan dihidup aku sekarang ini. ahahahahahh...LOL...mr.udulz....you totally rock man. hiiihiihihih.  Nggak pernah salah untuk selalu mendengar kata-kata bijak bertabur mutiara darinya. Niih yaa....dia bilang..."fokus pada apa yg mau kamu berikan buat mereka, bukan pada apa yang mereka pikirkan." Aiihh....ajiibb daahh. ehehehehehhh.......!!!!

Hemffhh...materinya banyak banget, tapii....dia masih saja membuatky bersemangat, haruss kuat kalau jadi wanita itu. Harus jadi wanita smart supaya nggak diremehin cowok. ehehehehh. Okaaayyy !!!

Last but not least...jjiaaaahh...ni kata-kata udah akrab banget ditelinga akoo. ehehehh. thank you very much yaahh sayaaangg. hihihihii.......Om-quh ini emang baek bener....^.~

Wish me a luck as always...

Luci

Jumat, 19 Maret 2010

halllooooo lagiii...=))

Heemmm.....selamat datang kembali bagi saya. Hahahahahh :D

Berhari-hari nggak bisa online cuma gara-gara speedy-nah rada trouble...hemmmffhhh. Making me so crazyy. Tapiii it's fine....sekarang udahh nggak kumat tuh speedy.

Hwaaaahhh......kangennn sekaliii aku sama kamuu, seriously.....jangan pernah pergii dari aku yyyaaaa =)))

Saya malam ini rada gombal, rada nggak jelas, rada nggak karuan, heemmffhhh......ingin memuntahkan sesuatu yang ada di hati dan otak saya, tetapiii.......saya merasa tidak bisaa. Jujur saja, sebagai wanita saya masih memegang teguhh dan menerapkan etika sebagai seorang wanita. Hohohohooo. Yang paling jelas saja, ini memang masalah cinta. --_--a

Heemmmm.....................saya muakk, saya kesall, saya seball, sayaaaaa....sungguh tidak suka perasaan yang seperti iniii......membuat sayaaa....sangattt ingiiinn.........maraahhhh, menanggiss, dannn...!!!!!!

uuugghh.....damn lahh...=((