For All The Gorgeous People In The World

Welcome to my stories. Here I wanna share you all about the stories that I have. It depends on the situation, and it depends on the labels. It can be my own story, it can be like an unreal story, and it may be Your story here. Just enjoy reading it-----> It's absolutely just for fun, don't take it too serious, make it simple, easy, interesting and enjoying for you. Love -@novialuciana

Sabtu, 14 Mei 2011

The Randoming Night in Tough

Selebihnya mungkin memang aku yang bersalah. Jalan pikiran yang serba terpenuhi oleh mimpi-mimpi belaka tanpa ada kemauan untuk menjadikannya nyata dan hanya mengharapkan suatu kejadian tiba-tiba, mari kita sebut sebagai keajaiban.

Hssshhhhhh......mendesah, nafas yang keluar tiba-tiba menjadi sangat amat berat. Pikiranku tertutup oleh semua perbuatan yang sebenarnya tak perlu ku lakukan. Aku mengabaikan kemampuan diriku untuk tetap diam disaat aku sedang bersahabat cukup dekat dengan masalah. Aku terlalu banyak bicara, yaaaa....aku hanya cukup percaya diri bahwa semua orang akan menyukai semua ceritaku, kenyataannya berbanding terbalik, mereka bosan. Dan tolong maafkan saja.

22 tahun aku hidup, mungkin banyak hal yang kulewatkan. Aku membuang kesempatan belajar di negara asing karena aku sombong bahwa aku pasti akan diterima. Aku pikir aku cukup hebat berbicara dengan bahasa orang lain, yang nyatanya lembaga resmi menunjukkan padaku bahwa bekalku hanya 430, paraahhh....payaahhhh !!!! Apa? Apa yang menarik dengan mengikuti kegiatan lain di sekolah-sekolah? Aku pikir aku akan cukup pintar dan beruntung hanya dengan bekal menjadi anak baik di sekolah, pulang tepat waktu, tidur siang yang panjang, belajar teratur setiap pukul tujuh malam, dan kembali tertidur pukul sembilan malam. Hellllll yeaaaahhhhh, sekarang aku yang merasa sia-sia. Jobless for sure...!!

Tidaaaakkk, aku tidak sekalipun menyalahkan kedua orang tuaku mereka teramat sangat baik padaku, hanya aku yang tak pernah mampu mengelola peluang yang mereka berikan, terlalu mengikuti cara orang lain (baiklah biar aku jelaskan, aku cenderung tergantung dengan teman dekatku dan aku lupa bahwa setiap orang punya cara sendiri untuk hidup, hasilnya aku menyesal menjadi orang lain dan mengabaikan diriku sendiri yang berteriak seperti sengaja dipenjara, KASIHAN), dan aku sangat pengecut sampai akhirnya menyadari  bahwa otakku KOSONG. Apa lagi yang pernah kusia-siakan? Banyak dan tak kan kuceritakan.

Well, tertinggallah aku dibarisan paling belakang, terlalu jauh untuk mengejar mereka semua yaang yaahhh...sudah sangat beruntung. APA? AKU TIDAK BERSYUKUR? Kalian salah, aku hanya menyelewengkan nikmat yang ku dapat dari Tuhan, karena aku terlalu sibuk membandingkan diri sendiri dengan ciptaan-Nya yang lain, SIAL !!! Tolong maafkan aku Tuhan.

Cukup untuk menjadi terlalu terbuka, mengikuti orang lain--ehemmm cara mereka (baca : bukan plagiat), terlalu perduli, dan terlalu sungguh sering menggunakan kata terlalu dalam setiap kata-kata kehidupan, well yeaahh abaikan tulisan ini, kalian tak akan pernah tahu.

Ada yang salah dengan diriku, satu komponen hati dan pikiranku yang sudah sangat usang dan perlu direparasi atau mungkin perlu diganti (aku harap tidak ada harga yang harus aku bayar), yaaahhh...Tuhan, ada yang salah dengan cara berpikir ini, cara hatiku menangkap sesuatu, dan cara keduanya menjadi seimbang.

Aku tak pernah menuntut setiap orang untuk baik kepadaku, karena aku terlalu "Curiga" pada mereka, katakanlah ini kesalahan luar biasa, cukup baik bila diartikan sebagai "Pemikir yang negatif", dan ini membuatku jatuh.

Aku sulit tersenyum, aku sulit bahagia secara ikhlas aku sulit menaruh setiap kata ikhlas dalam kamus kehidupanku, dan aku sulit menguasai diriku sendiri.

Apalagi yang membuatku begitu terbelit dan sulit melarikan diri? Cinta? Sejak kapan aku berani menyinggungnya? Baiklah, begini saja...

Aku tak mau memelihara traumaku akan cinta, kalian tahu? Dia adalah hal terindah yang pernah Tuhan ciptakan, tunggu...ini adalah cinta yang kumaksud, bukan lelakinya. Aku tak mau sepertinya yang menganggap cinta itu adalah suatu penyakit sehingga kau harus alergi jika mendengarnya. Baiklah aku mengaguminya karena dia begitu bersikeras memikirkan bahwa cinta adalah hal paling buruk untuknnya. Bagaimana bisa? Aku tak pernah memikirkan itu, dan JANGAN.

Cinta yang lain? Bukan, ini hanya cinta lama yang belum mampu aku lepaskan, kau tahu siapa pelakunya, cukup berada di barisan abjad terakhir. Butuh waktu lama untuk memutuskan bahwa aku benar-benar mencintainya, butuh waktu lama untuk memantapkan hatiku supaya tak goyah meski sang cemburu selalu datang tanpa alasan dan selalu membuatku mengernyitkan dahi ketika melihat hal-hal yang tidak aku suka. Maaf saya memang sangat pencemburu dan terkadang saya hanya bisa terdiam. Dan setiap detik yang berjalan yang kutanyakan hanyalah :"Kapan waktunya?"

Apalagi yang dapat dilakukan? Menangis? Terus sajalahhh...

Tuhan, ini rencanaku. Biarkan aku menjadi egois dengan diam tak mengeluarkan apapun yang ada dipikiranku, biarkan aku menjadi pribadi tertutup. Sekian dan terima kasih

with Love, Audrey!!

Selembar pernyataan pahit Audrey siap dipostingkan ke dalam blog pribadinya, ia tak pernah berpikir bahwa ia punya pikiran se-random itu. Ia tak pernah lepas berpikir apa bedanya ia dengan orang yang tak waras, yang tak normal? Seperti semua beban dunia berada tepat seimbang dikedua pundaknnya. KONYOL. Berani-beraninya dia melakukan itu, BERLEBIHAN.

Minggu, 10 April 2011

Jangan Pernah Meninggalkan

Aku sedang sungguh-sungguh merenungi nasibku. Melihatnya dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Dan masih berharap akan ada jalan keluar terbaiknya. Aku tahu mungkin ini hukuman bagiku karena menjadi pribadi yang egois. Bahkan mungkin aku satu-satunya wanita sombong yang berani mencintai kelebihanmu, hanya kelebihanmu, dan sangat menutup mata dengan sisi kekurangan yang engkau berusaha perlihatkan kepadaku. Ahhhh...akhir-akhir ini nafasku tampak begitu berat, kalau dipersilahkan untuk berlebihan, aku akan mengibaratkannya seperti sedang menghirup udara dengan berat lebih dari 100 tons. Mataku seperti hanya menatap kosong, kau tidak akan pernah melihat cahaya lagi, binar itu sekarang memudar sayang. Aku tak mampu hidup seperti ini...

Begitulah kira-kira apa yang ada dalam pikiran Marsha. Tak satupun dapat menjangkaunya, hanya Tuhan yang bisa.

Ini bukan pertanda dari hari akhir kan? Atau aku sendiri yang sedang merancang hari akhirku, entahlah. Menemukanmu dengan cinta yang lain mungkin tak akan pernah seburuk ini rasanya, dan aku kira itu bukanlah yang terburuk dari semua yang paling buruk. Kau benar-benar mukjizatku. Aku melupakanmu.

"Saya ini lebih parah dari anda lho mba Marsha, saya telah membunuh diri saya sendiri."kata seseorang di toko buku.

"Maaf?"

"Anda Marsha Salsabila penulis novel kisah nyata itu kan?"katanya lagi dengan senyum tulus.

"Yahh, begitulah, saya malah tidak pernah bangga mengeluarkan buku itu nyonya." Dari seluruh perhiasan dan riasan yang dia kenakan, sepertinya memang dia sudah menikah, lebih tepatnya seumuran ibuku.

"Jangan menyerah dengan cinta anda mba Marsha, saya mohon, dia membutuhkan anda."

"Bagaimana Anda tahu? Anda mengenal lelaki saya tidak."aku tersenyum kecil, sungguh menguatkan kata-kata ibu ini.

"Saya tahu Anda sangat mencintainya dari setiap kata-kata yang anda rangkai dalam buku novel anda. Dan hati kecil saya berkata bahwa Anda sangat tulus mencintainya."

"Tapi dia tidak mencintai saya nyonya."

"Anda salah, dia mencintai Anda dengan cara yang lain cara yang tidak akan pernah Anda tahu. Demi Tuhan, bukalah mata Anda mba Marsha, untuk apa dia tetap bertahan bersama Anda jika bukan karena satu alasan pasti bahwa ia sangat takut kehilangan Anda, dan lebih memilih mencintai Anda seperti ini daripada ia harus meninggalkan anda."

"Terima kasih telah menguatkan saya. Saya menghargai pendapat Anda." Aku segera bergegas akan meninggalkan nyonya itu, tapi tangannya menghalangiku.

"Mengapa Anda masih tidak yakin dengannya?"

"Saya...hanya sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, saya rasa saya telah membuatnya sedih, saya telah melukai hatinya."

"Kalau begitu, sentuh hatinya lagi saja, dan kali ini dengan cinta yang lebih besar."kata nyonya itu.

"Saya sudah berusaha, namun sepertinya lebih buruk nyonya, saya ingin menyerah saja. Terima kasih sarannya."

"Anda keberatan jika harus mendengarkan kisah saya?"

"Tentu nyonya." Kami memutuskan untuk pergi ke cafe sebelah toko buku ini, dan duduk dengan nyaman di sofa sudut cafe. Mungkin aku sedikit gila atau bagaimana, aku biarkan isi hatiku terbaca jelas oleh nyonya asing ini, atau mungkin tidak terlalu asing, aku seperti pernah melihatnya, namun entah dimana.

"Saya pernah mencintai seorang lelaki berhati malaikat. Saya rasa saya terlalu berani mencintai orang yang tak pantas jika bersanding dengan saya. Semua kesempurnaan hidup yang ia punya, membuat saya seperti orang yang sangat bodoh karena sekali lagi saya menjatuhkan hati saya untuknya. Perkenalan yang begitu singkat, dan perjalanan cinta kami yang penuh dengan ketidakpastian membuat saya terus bertanya-tanya dalam hati, apakah dia benar-benar menginginkan saya, atau hanya ingin bersenang-senang saja bersama saya. Saya mulai jenuh dengan segala ketidakpastian ini, saya mulai bertanya padanya kapan dia akan menikahi saya, dan jawaban yang sangat menyakitkan hati saya, ia berkata : "aku yang tak pantas bersanding denganmu wahai nona yang cantik jelita. aku sedang sekarat dan sakit parah." Saya sangat hancur ketika mendengar dia sedang sakit parah, dan bodohnya saya ketika saya benar-benar pergi meninggalkannya di saat dia sedang sekarat. Perpisahan dengannya tidak membuatku dengan mudah melupakannya, tiga tahun berlalu begitu berat, saya merasa sangat kosong dan hampa, saya sudah hancur. Lalu mata batin saya terbuka lebar, seharusnya saya mendampinginya ketika ia sekarat, bukannya malah pergi menjauh darinya karena seperti tidak bisa menerima penyakitnya. Saya pergi mencarinya dan pada akhirnya setelah sebulan penuh mencarinya..."

Nyonya ini seperti menahan air matanya, mendadak suaranya lirih, bibirnya terkatup, tertunduk, dan air matanya tumpah membasahi pipinya yang masih merona. Sangat iba melihatnya, aku memberinya selembar tissue dari dalam tasku, dan terdiam.

"Maaf membuat Anda terjebak dalam curhatan hati saya mba Marsha..."

"Tidak masalah nyonya, Anda bisa melanjutkan kisah Anda kapanpun Anda siap nyonya, aku menunggu."kataku kemudian, aku mulai tertarik dengan setiap kata-kata cerita yang ia rangkai.

"Baiklah...saya lanjutkan. Dia ternyata sudah setahun lebih meninggalkan dunia ini, dan saya merasa bersalah karena surat terakhir yang ia titipkan kepada teman prianya berisi : "aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu, aku berjuang sembuh hanya untukmu, dan ketika aku telah sembuh dari sakitku, aku tahu bahwa aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi, oleh karena itu aku meminta Tuhan untuk mengambilku saja dan meminta-Nya menjagamu dengan siapapun kau bersanding nanti. Aku mohon, kenanglah aku sebagai seseorang yang berarti dan pernah membuat pelangi kecil dihatimu." Begitulah kira-kira kisah saya, dan inilah mengapa saya yakin Anda mampu menemaninya, mampu menemani hidupnya saat sehat maupun sakit. Dan dia memang sangat mencintai Anda, percayalah Marsha."kata nyonya itu lagi.

"Terima Kasih nyonya, kisah Anda sungguh menyentuh hati saya, dan sangat menguatkan saya."

"Pergilah sekarang Marsha, temui dia, genggam tangannya dan katakan padanya bahwa kau akan selalu ada bersamanya dikala sakit ataupun sehat, biarkan dia tahu bahwa ada yang masih mencintainya meski dia sedang sakit sekalipun, jangan buat dirimu menyesal dan merasa bersalah seperti saya ini."

Entah mengapa kisah nyonya itu telah menggugah hatiku, membuatku sangat yakin bahwa aku memang harus ada untuknnya. Aku seakan berlari sekencang-kencangnya ke arah lelakiku. Dan memeluknya erat sambil berkata...

"Wahai lelaki yang baik hatinya, yang mulia dijalan Allah SWT, aku janji aku akan selalu ada untukmu di saat senang dan susah, saat kau sakit atau kau sehat, dan mencintai kekuranganmu lebih di atas segala kelebihan yang kau punya. Demi Allah, mulailah jujur kepadaku atas semua yang terjadi padamu. Aku mencintaimu karena Allah SWT."

Aku hanya mendapatkan belaian hangat dari tangannya di kepalaku, ia tersenyum dan kembali memelukku dengan hangat, dan bagiku itu adalah jawaban yang sangat cukup darinya. Aku bahagia.

Selasa, 01 Maret 2011

First day on March, and Disaster

1 Maret 2011

Aku kira bulan Maret ini akan menjadi bulan yang sangat istimewa, banyak moment yang harus dirayakan.  Tapi sayang sekali aku harus melewatkan moment penting sebelum tanggal 19 Maret 2011.  Satu tanggal istimewa untuk sahabatku, hari kelahirannya, yaahh...sudah kurancang beberapa kejutan kecil untukknya, semuanya sudah terekam sempurna di otakku dan siap untuk di jalankan.  Sungguh semua hanya bisa direncanakan manusia, hanya kuasa-Mu ya Allah yang bisa merubahnya.

Sedikit terdiam dan melamun di beranda rumah, membayangkan bahwa hari itu aku bisa membuatnya tertawa meski hanya kejutan sederhana saja.  Tak ada harapan apapun selain hanya untuk membuat sahabatku tertawa, mungkin saja aku bisa mengurangi sedikit beban yang sedang ia alami.  Entahlah...tak pernah ku bayangkan aku yang sedang berada diposisi ini, beberapa minggu yang lalu di bulan Februari, kami masih bisa tertawa bersama, menikmati teriknya matahari siang hari, menyusuri jalanan kota Yogyakarta yang sedang sangat padat-padatnya sembari melontarkan "joke-joke" remeh seperti yang biasa kami lakukan. Ahhh...tidak bisakah semua berjalan sewajarnya saja? Pikiranku benar-benar kacau, seharusnya bulan Maret ini menjadi bulan paling membahagiakan untukku.

Menerawang ke atas langit, mendung !! Selalu saja seperti ini, membuatku semakin mencekam.  Sebentar lagi hujan pasti dan benar saja suara tik...tik...tik...sudah mulai terdengar, seperti ber-orkestra saja mereka.  Kepakan sayap burung-burung terdengar riuh, seperti manusia saja, mereka tak mau basah kuyup kehujanan dan segera mencari tempat berlindung.  Dedaunan di taman depan rumah sudah kembali menghijau, warna hijau yang menenangkan mataku, indah sekali.  Ku dengar dentingan jam dinding di ruang tamu sebanyak empat kali, masih pukul empat sore ternyata.  Ku lirik telpon genggamku, tak ada yang berubah dari seminggu yang lalu, telpon genggamnya ikut membisu, ia terdiam seakan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh si empunya.  Ia membisu, benar-benar membisu. Tak ada satupun pesan pembawa kebahagiaan lagi, tidak akan ada lagi pesan singkat darinya, sapaan hangat setiap pagi atau sebelum tidur, joke-joke renyahnya yang sungguh garing aku rasa, rengekannya ketika ia meminta saran dariku, atau mungkin suara khas penyanyi-penyanyi pria jaman sekarang, ia sudah hilang entah kemana.

Sedih...hanya ini sepertinya yang mampu menggambarkan seluruh perasaanku.  Hanya karena nila setitik, rusaklah pula susu sebelanga.  Salah paham yang sungguh kejam, dan seketika itu aku mulai membenci orang-orang yang dengan sengaja menciptakan suasana ini, tunggu...aku sama sekali tak pernah mengatakan bahwa aku mebencimu Tuhan, hanya orang-orang yang sedang berusaha mengatur hidupku saja, hanya mereka.  Mereka terlalu perhatian kepadaku dan terlalu ikut campur lebih tepatnya. Mereka bencana !!!

Aku memutuskan untuk menjauh darimu...

Kata-kata itu seakan menamparku begitu kerasnya.  Tak pernah ku bayangkan akulah tokoh utama yang ditamparnya, bukan peran pengganti atau bahkan peran pembantu.  Terkejut, terpana, dan seperti tercekik aku tak bisa bicara ketika melihat pesan singkat itu jelas-jelas tertulis dan terlihat di monitor telpon genggamku.  Ku ambil segelas air putih, sedikit melamun, dan kembali memandangi kata-kata kejam itu.  Benarkah itu dia yang mengetiknya? Benarkah itu sahabatku yang sudah enam tahun aku mengenalnya? Aku tidak percaya, ku cubit kedua pipiku, ku matikan telpon genggamku dan kembali menyalakannya. Tapi...pesan singkat itu memang nyata.  Dengan berbagai alasan yang ia kemukakan, aku berusaha tersenyum dan bangkit.  Aku bukanlah gadis yang suka memaksakan kehendak orang lain, aku menghormati semua keputusanmu, namun aku tak bisa membiarkan keadaan yang kejam ini menghantamku, jadi biarkan aku membenci orang yang mengacaukannya.

Hanya karena aku tak mau kau mencintaiku lebih dari sekedar sahabat...

Apapun anggapan buruk mereka tentangku dan dengan perasaanku, mereka hanya orang yang "sok" tahu.  Mereka tak pernah tahu tentangku, semuanya.  Bagaimana mungkin aku bisa begitu mencintai sahabatku sedangkan aku selalu mendoakannya supaya ia segera memiliki pasangan yang baik untukknya?  Bagaimana mungkin ia dan orang-orang itu merasa bahwa aku punya maksud tertentu dan mengharapkan sesuatu darinya dibalik persahabatan yang tulus?  Dan bagaimana mungkin aku begitu hebat memendam perasaan ini selama enam tahun? TIDAK !!! Itu semua hanya omong kosong, tak pernah sekecil apapun aku mengharapkannya menjadi kekasihku, TIDAK dalam kamus persahabatan kami !! Bukan begitu caranya menghargai persahabatan sayang.  Dan aku rasa, aku tak perlu bersusah payah untuk membuktikan apa yang tidak perlu dibuktikan kepada mereka.

Persahabatan kami...Putus !!

Sesuatu yang tak pernah aku kira.  Aku kira kami masih akan sangat bersahabat baik selamanya.  Aku kira kami akan melewati Maret yang luar biasa indah ini bersama-sama sembari mensyukuri enam tahun yang hebat dan saling mendukung ini.  Dan aku kira kau akan datang pada tanggal pentingku 19 Maret 2011 ini sembari berkata.."Hey you good lady, good job for your graduation, next will be your luck to find the best carrier and dreams. Atau mungkin sebelum tanggal itu aku yang akan memberikan kejutan kecil untukmu sembari menyematkan doa supaya kau panjang umur dan sukses selalu.

Aaahhh....aku menyeka air mata, sudahlah...
Tak pernah kubayangkan akan sesulit ini bersahabat dan berhubungan baik denganmu hingga akhir hayat, dan tak pernah kubayangkan betapa banyaknnya orang yang harus mencampuri apa yang sebenarnya tidak mereka ketahui.

Hujan masih saja turun, semakin lama semakin deras, ku lihat halaman depan rumah yang tergenang air cukup banyak.  Dingin sekali di luar sini.  Aku putuskan untuk masuk ke dalam rumah, dan kubiarkan semua yang terjadi ini terbawa arus air yang menggenang, terhapus oleh hujan badai ini, dan menghilang.

PS : I never ever think that the name of friendship can be broken like this, but would you please just ask your heart, if you feel better, feel free to leave it, if it is the worst for you, whenever you need me, I'll be there always.

Minggu, 06 Februari 2011

I'll See You Again

Always you will be part of me
And I will forever feel your strength
When I need it most
You’re gone now, gone but not forgotten
I can’t say this to your face
But I know you hear
Chorus:
I’ll see you again
You never really left
I feel you walk beside me
I know I’ll see you again
When I’m lost, when I’m missing you like crazy
I tell myself I’m so blessed
To have had you in my life, my life
Chorus
When I had the time to tell you
Never thought I’d live to see the day
When the words I should have said
Would come to haunt me
In my darkest hour I tell myself
I’ll see you again
Chorus x 2
I will see you again
I’ll see you again
I miss you like crazy
You’re gone but not forgotten
I’ll never forget you
Someday I’ll see you again
I feel you walk beside me
Never leave you, yeah
Gone but not forgotten
I feel you by my side
No this is not goodbye x 3

How To Break A Heart

Since you’re not worth my love
I haven’t given up
I’m stronger than that
(I’m stronger than that)
And though my heart will break
I’m takin’ back my faith
Cos right now my world is spinnin’ too fast
But you won’t be the end of me
If you were the one you wouldn’t hurt me so bad
You gave me the world

Gave me the world to take it all away
All you left me was yesterday
And this space in my heart
Now it’s slowly tearin’ me apart
I’m takin’ all that I learned from you
I’ll make it something I’ll never do
I can’t be who you are
You taught me how to break a heart
You taught me how to break a heart

I’ll make it through this pain
My dreams won’t call your name
I’m stronger than that
(I’m stronger than that)
Cos I still know how to love
Know that will be enough
And this moment will fade into the past
You won’t be the end of me
If you were the one you wouldn’t hurt me so bad
You gave me the world

Gave me the world to take it all away
All you left me was yesterday
And this space in my heart
Now it’s slowly tearing me apart
I’m takin’ all that I learned from you
I’ll make it something I’ll never do
I can’t be who you are
You taught me how to break a heart
You taught me how to break a heart

I’m takin’ all that I learned from you
I’ll make it something I’ll never do
I can’t be who you are
You taught me how to break a heart
You taught me how to break a heart

I’m taking back my faith
I’m taking back my life
I don’t care for who you are
Cos you taught me how to break a heart
How to break a heart
How to break a heart
Cos you taught me how to break a heart

Kamis, 03 Februari 2011

Jembatan untuk Jejak Hati dan Jalan Pikiran...

-Masih Berdebat-

Haii, panggil aku Gadis, yaa, orang tuaku yang sangat baik itu memberiku nama Gadis Ayunindya. Kalau boleh untuk sedikit berbagi tentang aku, maka inilah aku. Aku bukanlah wanita yang mengidap penyakit autis, atau semacamnya. Aku pun bukan seorang wanita gila, bukan pula seorang wanita yang punya keahlian khusus atau tepatnya anugerah khusus yang diberikan Sang Maha Pencipta, mungkin kita sering menyebutnya seperti indra keenam. BUKAN !!! SAMA SEKALI BUKAN !!! Aku hanyalah gadis biasa.

"Ahhh....bisa-bisa aku jadi orang tidak waras kalau lama-lama begini. Ya Tuhan...ini anugerah atau apa ? Atau mungkin memang aku saja yang tidak normal ?" kataku lirih. Percaya atau tidak, aku sering sekali bisa mendengar perdebatan yang sangat sengit dari dalam diriku. Sesuatu yang tidak wajar dan mungkin aku bisa jadi orang yang tidak waras. Perdebatan antara pikiran dan hati yang ada di dalam tubuhku. Tidak pernah sekalipun aku mendengar mereka sama-sama saling mengerti, yang ku dengar setiap harinya adalah perdebatan yang luar biasa membuatku lelah. Ingin sekali rasanya aku meneriaki mereka dan berkata, "Cobalah untuk saling mengerti, lakukan paling tidak untukku saja, aku ingin bahagia !!" Ahhhh.....

"APAAA !!! Jangan melihatku seperti itu, aku benci tatapanmu !" kata Hati.

"Dasar Kau, hanya bisa menangis. Dapat untung apa kau dengan menangis HAH !!" bentak Pikiran.

"Kau.....memang tak punya perasaan. Aku sedang sedih, aku sedang ingin menangis. Aku tahu kau hanya iri, karena kau tak punya persediaan air mata !!! Dan jarang diberi tugas oleh Gadis "Majikan" kita. Pergi dariku..."kata Hati lagi dengan mata merahnya.

"Memang aku tidak punya. Dan aku bangga-bangga saja, toh aku punya LOGIKA, dia yang membuatku kuat dan tidak lemah, tidak seperti kau !!!"kata Pikiran.

"Kau tahu tidak kalau logika-mu itu membuat perasaanmu seperti batu. Aku hanya heran saja padamu, kau keras seperti batu, tidakkah sedikit saja kau ingin menangis, tidakkah sedikit saja kau ingin merasakan yang namanya punya PERASAAN ?" kata hati lagi, masih dengan mata berbinar.

"Jangan mengajariku macam-macam, kau hanya sesuatu yang lemah. Aku diciptakan memang hanya untuk menjadi PIKIRAN, aku berpikir dengan LOGIKA yang Tuhan anugerahkan, dan aku dilindungi oleh OTAKKU. Dan bagaimana denganmu ? Bisa kau jelaskan semua tentangmu hey Hati ??"kata Pikiran.

"Sungguh keterlaluan kau. Aku juga tidak kalah hebat denganmu. Aku adalah hati, aku punya perasaan, aku diciptakan Tuhan untuk bisa merasakan sedih, menangis, galau, terpuruk, patah hati, dan bahagia."kata hati.

"Hey hati, mengapa dari banyak tugas-tugas yang diberi Tuhan untukmu kau hanya mampu menyebutkan satu bentuk rasa positif ? Hanya bahagia saja, mana yang lainnya ? Kau tidak adil, kau hanya menyebutkan satu di antara banyak hal-hal positif. Aku tidak mendengar kau ucapkan si Tawa, si Senyum, Si Jatuh cinta, Si semangat, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan kau begitu bersemangat dengan semua hal-hal negatif. Apa kau tidak lelah menangis ? Aku rasa air matamu sangat terbuang sia-sia untuk hal yang tak begitu penting menurutku."kata pikiran.

-Jembatan untuk mereka itu ternyata aku sendiri-  

Aku melongo, aku seperti tersentak, aku tak tahu bahwa pikiranku sebenarnya memberontak. Kenapa aku tak memikirkannya sejak dulu ? Yang ku tahu hanyalah kesedihan, mana kebahagiaan yang ku gembor-gemborkan kepada orang lain ? Sungguh aku hanya omong kosong belaka. Mengapa hatiku begitu rapuh ? Seolah sangat mudah berdarah dan terluka, sudah ku obati lukanya, lalu kubiarkan terluka lagi. Aku tidak adil, aku tidak pernah mempercayakan hidupku pada si Pikiran yang jelas-jelas dia menawarkan logika yang luar biasa indah, yang bisa membuatku menertawakan hidup ini, bukannya malah ditertawakan oleh hidup. Aku rasa tugas hatiku telah selesai, saatnya dia untuk beristirahat dan tidak terlalu banyak menanggung beban. Sedikit terdiam sejenak, lalu aku berkata pada si Hati dan Pikiran.

"Heyy teman-teman terbaikku, terima kasih telah menemani hidupku selama ini, aku bukan apa-apa tanpa kalian, namun aku merasa sangat tidak adil sebagai "Majikan" kalian. Aku terlalu banyak membebankan semua hal padamu yaa Hati ? Dan aku malah tidak pernah sedikitpun mempercayaimu yaa Pikiran ? Padahal, seharusnya semua ini berjalan seiring dan saling mengimbangi. Heyy Pikiran, aku tak pernah tahu bahwa ternyata, sekeras apapun kau dengan hati, tapi sebenarnya kau hanya ingin menghadiahkan pada hati, terutama padaku, sekotak besar logika-logikamu yang akan membuat kami bahagia. Dan kauuu Hatii, kau sangat perduli padaku, kau membuatku bertingkah sangat lembut dan manis selayaknya wanita keibuan kebanyakan. Kau hebat, karena kau aku lebih banyak bisa ber-empati atau bahkan ber-simpati pada orang lain, pada banyak orang terutama. Tapi kau tahu, kau terlalu baik memperlakukanku, sampai aku tidak mampu membedakan mana orang-orang di dunia ini yang benar-benar baik untukku, dan mana yang hanya "bertopeng" saja. Mungkin sudah waktunya kita saling bekerja sama untuk hidup yang lebih baik. Kau hati, kau punya tugas 50% untuk hidupku, dan Kau pikiran, aku memberikan kau 50% juga untuk selalu memberikan logika-logika hebatmu. Bagaimana menurut kalian?"kataku ketika berdiskusi pada mereka.

"Aku setuju saja, mungkin saatnya aku untuk berbagi dengan si Pikiran, aku tidak akan menganggap dia jahat lagi, dia bukannya keras, dia hanya ingin memberikan yang terbaik, dia ingin membuatmu sebagai wanita yang kuat, tidak mudah diinjak-injak orang lain."kata si Hati sambil tersenyum pada si Pikiran.

"Naahh, akhirnya kau sadar juga Hati, bahwa aku tak pernah punya maksud buruk. Aku hanya ingin "Majikan" kita ini bisa sedikit berpikir logis untuk setiap masalah yang ia terima, terkadang berpikir denganku melalui logikaku, tidaklah buruk hasilnya, percayalah."kata si Pikiran membalas senyum si Hati.

"Okeeyyy, aku sangat lega. Selamat bekerja sama teman-teman, mari kita buat hidup ini lebih berharga dengan kebahagiaan yang memang pantas kita terima."kataku kepada mereka.

-Selesai-

Sabtu, 08 Januari 2011

Pangeran Berkuda Putih dan Princess Languish

Pukul 3.45 sore hari...

Hujan, seharian mendung sekali langitnya, heyy...tak adakah secercah cahaya saja untukku ?? Sedikit cerah tidaklah buruk kawanku matahari. Hemmmm......ku hela nafas panjang sebelum aku mulai benar-benar bercerita. Huufftthh....nafas panjang kedua kembali kuhembuskan. Ruangan ini hening sekali, yang ku dengar hanyalah suara pendingin ruangan, desahan nafas mesin ketikku, dan bunyi gendang di perutku (haii perutt, maaf kau harus telat kuberi makan, aku sedang tidak nafsu makan!)

Tikk....tokk....tikk....tookkkk......jam dinding di kamar juga ikut-ikutan bunyi, detiknya jujur saja sangat menggangguku.  Beberapa jam dari sekarang akan ada yang menjalani sebuah event besar. Dia termasuk orang penting dalam hidupku. Seberapa pentingkah dia ?? Aaaahhh...sudahlah, biarkan aku, pikiranku, hatiku, dan yang Maha kuasa yang tahu. Yang pasti...dia memang penting.

Sedikit mengintip dari balik pintu kamar, sang empunya istana masih berlalu-lalang diam seribu bahasa. Nyanyian nyaring beberapa jam yang lalu masih membuat telingaku berdenging. Yaaa....sang empunya istana baru saja bernyanyi dengan sangat lantang, jenis lagunya kali ini terdengar lebih metal dan underground.  Sedangkan isi lirik lagunya kira-kira begini..."Sudahlah, kau tinggal di dalam istana saja, kau baru saja cedera, dan ingat sebentar lagi kau harus ikut perang terakhir."

Aaahhh......terlalu merdu lirik dan lagunya. Istana ini sungguh terlalu ketat. Beri aku sedikit ruang untuk bergerak, bahkan untuk membunuh nyamukpun aku mungkin tidak bisa. Aaaaahhh....terlalu ketat peraturan istana ini. Sudah ada dalam bayanganku, pangeran sedang berlaga dipacuan kuda. Ia khusus memintaku datang untuk melihatnya bertanding, pertandingan besar.  Kupikir aku akan menyanggupinya, namun ternyata, sudah kesekian kalinya aku berkata "Tidak" untuk suatu alasan bahwa aku memang "Tidak Bisa" karena tak dapat ijin sang baginda Raja.

Aku mungkin putri yang paling jahat, sudah berpuluh-puluh kali tak satupun mampu kupenuhi pintanya. Kalian tahu, ini yang membuatku sedih, sungguh sangat sedih. Kastil ini terlalu kokoh, terlalu ketat, terlalu tinggi, terlalu banyak aturan. Dan aku harus siap mengirimkan burung hantu lagi padanya, bahwa aku tak bisa melihatnnya bertanding. Sungguh menyedihkan !!!

Aku robek perkamen yang ada, ku celupkan kuas ke dalam tinta hitam, dan mulai menulis.

"Hayy pangeran berkuda putih...terima kasih atas undangan pertandingan kudanya. Untuk beratus-ratus kalinya, aku menyesal tak mampu membahagiakanmu, untuk kesekian kalinya lagi-lagi aku harus berkata tidak bisa. Maafkan aku, aku janji aku akan menggantinya lain kali. Aku tahu kau pasti bisa dn pasti menang, ada ataupun tak ada aku, kau sudah juara untukku, kau masih yang terbaik. Doaku bersamamu pangeran berkuda putih. Salam...Princess Languish"

Ku selipkan perkamen coklat itu ke jari-jemari sang burung hantu putih, ku bisikkan padanya kemana ia harus pergi, dan ku melepaskannya.

Menunggu kabar dari pangeran, tak kunjung datang, tak kunjung tiba perkamen balasan untukku. Baiklah, ini salahku. Humfffhhhh..............nafas panjang ketiga kali ini sedikit tersentak, karena tiba-tiba burung hantu putih tadi hinggap dipundakku dengan membawa perkamen kecil mungil berwarna merah jambu.

"Wahaiii Princess-ku, aku sungguh kecewa karena kau tak datang. Ini sungguh usahaku untuk yang kesekian kalinya supaya kita bisa bertemu. Tetapi tenanglah, aku tahu keadaanmu, aku sungguh mengerti walau aku kecewa. Doamu sungguh luar biasa berguna untukku. Aku akan menunggumu selalu, My dearly Princess."

Ku seka air mata yang tiba-tiba menetes, aku tak tahu sudah berapa banyak kesalahan ataupun kekecewaan yang kubuat, dan pada akhirnya, ia selalu bisa memaafkan dan mengerti. Sungguh yang Maha Kuasa, kapan cobaan yang satu ini dapat berakhir dan kulalui. Sungguh aku selalu ingin ada di sampingnya, di sisinya, ketika ia membutuhkanku.

-To be continued-

Rabu, 29 Desember 2010

Saat Tuhan Berbisik

Jika kau bertanya padaku seberapa bersyukurnya aku atas hidup ini, maka aku akan menjawabnya dengan bangga..."Sangat bersyukur bahwa Tuhan memberiku DIA."

Hanya berusaha mengingat beberapa tahun yang lalu, aaahhh....waktu itu lucu sekaliii !!! Sembari menyeka air mata, tertunduk lesu dengan senyuman tipis...hanya bisa bergumam "Tuhan, aku rindu dia. Sungguh, tolong ijinkan aku pergi ke masa lalu, aku janji aku akan memperbaiki semuanya." Aku tak mendengar jawaban apapun dari Tuhan, yang aku dengar hanyalah isak tangis lirihku yang ku harap tidak akan ada satu orang-pun yang mendengarnya. "Mengapa secepat itu harus berlalu? Bahkan aku tak sanggup untuk ucapkan selamat tinggal." Tuhan masih saja diam, sedangkan aku tetap tertunduk lesu.

"Tuhan....tolonglah....!!"

"Tuhan, bagaimana ??"

"Tuhan, bolehkah ??"

"Tuhan, aku sungguh memohon pada-Mu."

"Tuhan...baiklah, bisikkan aku sesuatu."

Memejamkan mata sejenak, berusaha keras berkonsentrasi, berusaha mendengarkan bisikkan Tuhan ke telingaku yang kurang peka ini.  Aku masih belum mendengar apapun, semakin sunyi, namun semakin basah saja pipiku.  Berusaha lebih kuat lagiii....lagiii, dan lagiiiii....! AKU TERSENTAK !!!!

"Aaahhhh...aku lupa mematikan telpon selulerku..." (sambil membuka apa yang membuat telpon seluler itu berdering.)

Sedikit membelalakkan mata, sungguh sangat terkejutt.  Menutup mulut tiba-tiba, menutup mataku lagi secara perlahan, tak perduli seberapa banyak air mata yang terus menetes.

"Inikah bisikan dari-Mu?"

Dan Tuhan-pun menjawabnya, ia memberiku jawaban yang sungguh indah. Tidak, aku justru percaya sesuatu yang pahit tadi adalah awal kebahagiaanku mungkin. 

"Astagfirullahaladzim..."

Aku rasa ini jalan yang terbaik...Tuhan maha adil dan Indah, terima kasih Tuhan....

"Alhamdulilah..."

Selamat Malam...

29 Desember 2010...

Selamat malam...merasa puas karena sudah berteriak GOL untuk Indonesia malam ini. Sedikit terenyuh, karena Irfan Bachdim menangis, yang ia tahu mungkin adalah, mengapa ia tak mampu mempersembahkan GOL yang indah untuk negara yang ia cintai itu...INDONESIA. tapi over all, what you have to be grateful is...WE ARE INDONESIAN.

Sekian dan Terima Kasih :))

Rabu, 10 November 2010

Get Crush for going down so quick...

This Monochrome life still don't wanna go away from me. I guess I wanna be a magician to fade this grayness away...

Hell No !!! Hey my mother mood, where are you going ?? I can't handle this bad mood anymore.

It has been many years ago since I felt the best feeling that people usually called it as love.  I don't know why, lately this feeling is going to be something I wanna run away from.  Feel useless, feel like what the hell is going on here. Can I breath for such awhile ?? Maybe a second, take me free and out of this situation.  But this is the life dude, You never can go away unless the death will stop you ! ! !

For long time ago, I never feel something different like this before, but when I got crush, suddenly it was disappear so quick.  It's not fair to angry with God, it is what will you spend, it is what will you sacrifice for.  I don't talk about fighting for love.  In my dictionary it's just a bullshit ! Fight for love ?? Find me and show me your love, free me from this misery if you really mean it.

The position that we've met, it was wrong or something ?? Or it was a faith ?? Your decision made me breathless, like there's no fresh air, I need you like the oxygen.  However, I respect you because you are my best friend. I love you just the way what we are now. Don't change it again. When you get someone much much better than me beside you, so it's a me time to get back and just stay behind you, support you as well.  Don't ever worry about me, I'm the best actress, so I can hide my tears behind my smile, and I can show you my happiness beyond my sadness.  But trust me, I will be just fine.

So glad and faithful cuz God met us together, at least I found something that loving and be loved is more than just the easy word !

Minggu, 07 November 2010

Trying to be "A half full glass of wine"

Yogyakarta, 7 November 2010, a half nite of gloomy Sunday...

Hello anyone, it is my first story in this November.  Seems like too long I've left this blog. But now You look more gorgeous I guess.  It's YOU in new style, new thought, and new wonderful stories.  Like what I said in that title, "Trying to be 'a half full glass of wine'", I'm here because I just wanna show you that I want be that way. I've changed the title of this blog, from The Lovable Lucindud to The Luciana Story.  Hahahahahh, have you ever think that you are getting old time after time, but you still do something silly ?? Yes that is ME. Yeahhh, hahahahh, sebagian orang banyak tahu sama title ini "Lucindud", but somehow I just wanna grow up. I'm trying to be better person. I'm trying to be a lady and leave the tittle spoiled girl. And I'm trying to be that half full glass of wine :)

Whatever you say outside, this way is totally complicated, but once again, I have someone out there who think that what we wanna be is something easy when you get your positive mind. Be thankful for that someone special, I have you more than just I have a billion jewellery ! :)

Heeyyy wait, don't you hear what is happening in my city now ?? Yesssss, that's why I called it gloomy night. Never feel like this before. The most beautiful mountain called Merapi is becoming the queen of the news today. The eruption so concerning. The rain ash all the day and it has been happening for many days. It is making us the society of Jogjakarta mourn all the times. But what we believe is just Allah SWT still will protect us, still love us, and still want us to pray to Allah SWT.  Hey my friends, show your smile and be patient, cuz everything is gonna be okay ! ! ! :)

Senin, 30 Agustus 2010

Monday, Should I really Love this day ??

Again, I'm starting to write something, there's so many things in my thought right now. Feel so empty, yess I am !!! This feeling is so suck.

Ketika lo ngerasa sendirii, jauuhh, dan nggak ada artinyaa. Kayakk ditengah-tengah keramaian orang banyak, cumaa sendiri ajaa. gue takut kehilangan, itu ajah. Just like a miracle this life, how can u describe it well ?? A BEAUTIFUL LIFE, errrr.....hemmm......Money, Honorary, Jewelery, Position. NOPE !!!! Never at all. Bukan ituu yg gue cari, indahnya hidup ini, bukan itu semua. Just, there's something that I really wanna tell, but it's too hard to say.

Horrible, hidup lo bakalan jadi kayak momok mengerikan kalau yang ada di otak lo itu beberapa hal yang gue bilang tadi. Apa siihh ?? Apaa sihh yang bisa bikin hidup lo lebih berharga, berasa kayak lo punya semuanya, bisa atau ada nggak yang bikin lo TERSENYUM TULUS setiap detik ??

ADA...yeessss.....itu DIA. Siapa siihh ?? Siapaa sihh DIA ituu ??

Nggaaakk, dia bukan orang yang sempurna, DIA jauh dari sempurna. Berapa skalanya ?? Yaahh, cuma 1% kok. Hah kug bisa ?? iyaaa dong, yg gue lihat siih, DIA bisa menyempurnakan 99% hidup gue. Pake apaaa ?? CUMA PAKE SENYUM DIA, CUMA PAKE KEBAHAGIAAN DIA, CUMA PAKE TAWA RENYAHNYA DIA.  DIA itu 1% gue. Makasih Ya Allah :')

99% + 1% = KESEMPURNAAN HIDUP GUE DARI ALLAH SWT....Alhamdulilah ya Allah :))

Selasa, 20 Juli 2010

Kabar itu sangat menyentakkan...

Haiii....met sore semua. Udah lama nggak blogging, ada cerita yang lama banget dipendem, belum sempet buat diceritakan disini. Boleh kita mulai sekarang ajaa yaa... :)

Berawal dari Mama yang sering nyalon disebuah salon di daerah jalan parangtritis, aku ikut mengenal sesosok wanita cantik berwajah sayu.  Wanita itu sudah tidak diragukan lagi kecantikannya.  Wajahnya mirip noni-noni Belanda, kulitnya kuning langsat bak anggota bangsawan.  Bukan bermaksud berlebihan, tetapi itulah kenyataannya. Iyaa, dia pemilik salon itu. Sebut saja dia Anggun.  Seperti namanya, ia memang sangat anggun. Mungkin tidak akan ada yang percaya bahwa wanita paruh baya itu sudah memiliki 5 anak yang lucu-lucu.  Iya, dia seorang ibu yang hebat pula, bagi dia anak-anak-nya-lah yang nomer satu.

Seperti biasa, dia menyambut para tamunya dengan ramah, dengan senyum yang ramah, "Mari masuk." Dan setiap tamu yang datangpun pasti tersenyum balik.  Hari itu ia seperti sangat lemah, wajahnya pucat pasi, aku membisikkan sesuatu ke telinga mamaku, "Ma, mbak Anggun pucet banget yaa..." Mama menatap sebentar wanita paruh baya itu, kemudian mendekatkan bibirnya ke telingaku, "Iya nak, mbak Anggun sedang sakit."
Pikiranku sedikit menerawang, aku menatapnya lekat-lekat, dan hati kecilku mulai terusik untuk berbicara, "Hah, beliau sakit ? Masa sihh ?" Masih menatapnya, kemudian sedikit terperanjat ketika Mama mengajakku masuk salon lebih dalam lagi.  Mbak Anggun tersenyum padaku, "Ehh ini Luci tooh, udah besar yaaa sekarang, perawan-perawannya mbak Ena ayu-ayu yaa." Hehehehh, akuu sedikit tersipu oleh kata-katanya. "Hahahahh, iyaalah mbak, masak yaa cilik terus toh. Wong akuu yo wis tuo kok."kata Mama, yakin deh pasti pengen dibilang masih muda, hahahahh LOL ! Mbak Anggun ikut tertawa sambil berkata, "Hahahah, yoo ora toh mbak Ena ki isih enom ngene kok. Piya mbak, apa kabar ?" "Hahahah, awet enom, Alhamdulilah."---Tuh kan Mama, apaa aku bilang. hehehehh. "Mbak Anggun piye mbak kabare ? Kok pucet banget, sakit opo ?"lanjut Mama. "Iyoo Mbak, aku liat Mbak Ena ki awet enom terus, nggak pernah ada masalah yo mbak, seneng uripe. Aku sakit udah lama mba, komplikasi, iki sekarang gula. Lagi berobat jalan mbak, heheheh."kata Mbak Anggun. Hah Astagfirullah, Mbak Anggun sakitnya komplikasi ? Gula juga ? Astagfirullah, pikirku dalam hati. Hari itu adalah hari dimana pertama kalinya kami tahu apa penyakit Mbak Anggun.

Kami jarang sekali ke Salon, kalau nggak karena mau ada acara keluarga ya nggak bakal ke salon. Beberapa bulan berikutnya kami mengunjungi salon Mbak Anggun lagi, tapi kami hanya disambut oleh pegawai-pegawainya. Salah satu pegawai yang cukup dekat dengan Mama menghampiri Mama. "Ayoo mbak Ena, mau semir rambut warna apaa ? udah lama nggak kesini yaa mbak." "Iyaae mbak, lha ini semirnya udah ilang, besok mau ke luar kota, yaudah aku semir aja. Anakku kayak biasa yaa Mbak, Hair spa stroberi katanya." Aduh Mama, aku boas bilang sendiri kok yaa, tenang deh Ma, nggak bakal ikut semir juga --,--a hehehh.

Setelah beberapa lama di Salon, Mama mulai membuka pembicaraan. "Mbak Wulan, kok sepi banget salonnya. Mbak Anggun kemana ?" Sambil mengaduk-aduk adonan cat rambut, Mbak Wulan berkata, "Iyaa, laah Mbak Ena nggak tahu po, Mbak Anggun tu lagi berobata di Jakarta sekarang, di Rumah sakit Jakarta mbak." "Weehh, iyaa toh mbak, akuu nggak ngerti lha wong jarang kesini toh. piye udah sembuh belum sekarang ?"kata Mama "Beluum mbak, tambah parah. Lha orang sakitnya Mbak Anggun ki karena strees kok Mbak Ena."kata Mbak Wulan. "Ohhh, lha stress opo toh mbak ? Wong semua-muanya udah punya kok, Suaminya sukses, anak-anaknya lucu-lucu, salon juga ikut sukses toh mbak."kata Mama lagi. "Wah,mbak Ena nggak tahu yaa, kasian lho mbak Anggun itu. Sering ribut sama suaminya, ini aja nggak tahu kemana pas mbak Anggun sakit, mbak Anggun itu maunya anak-anak yang nomer satu, pokoknya sering dimarahin sama suaminya mbak. Kasihan mbak Anggun."

Yaak, sekali lagi kita tahu untuk pertama kalinya apa yang terjadi dengan mbak Anggun. Sekaligus menjawab semuanya, menjawab mengapa wajahnya sselalu sangat pucat dan sayu. Kasihan mbak Anggun, malang sekali nasibnya, hidupnya tak berjalan seanggun namanya.

Waktu berlalu sangat cepat, namun tetap saja sangat lama kami tidak ke salon itu lagi. Mama belum punya gawe, dan sayapun terpaksa menahan nafsu untuk Hair spa lagi. Maklumlah, mahasiswa yang masih menyusahkan orang tuanya. Hehehehh. Suatu siang, disaat aku berbincang dengan temanku, kami membahas tentang model rambut yang masih jadi trend. Tiba-tiba temanku bilang, "Eehh...Ci, ibu yang punya salon itu meninggal loh sebulan yang lalu kalau nggak salah. Mamamu tahu nggak ?" "HAAAHH ???? Woott ?? sapaaaa?? Embahnya atau gimana siih ??"kataku syok sangat kaget. "Bukaaann, yang punya salon, Mbak Anggun toh namanya ?"kata dia lagi. "Hah, Innalillahi, Astagfirullah." Dan reaksi yang samapun diberikan Mama setelah aku menceritakan kabar duka itu. Belum sempat pula kami ke salon, dan waktu-pun berlalu.

Mungkin ini jalan Allah, beliau meninggal, beliau sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik di dunia ini. Mbak Anggun berjuang demi anak-anaknya. Rasa sakit Mbak Anggun akan hilang walau hanya melihat senyum anak-anaknya. Namun Allah SWT berkehendak lain, Mbak Anggun meninggal dan hanya ada anak sulungnnya disampingnya ketika itu. Selama masa kritis suaminya tak menampakkan batang hidungnya sama sekali, yang ia lakukan sangat hina, ia menyuruh wanita simpanannya untuk menunggui Mbak Anggun di Rumah Sakit, bukan sembuhlah yang didapat, dan Mbak Anggun pun merelakan semuanya, ia pergi. Seperti dapat mengetahui apa yang dikatakan raut wajah putri sulungnya, "Ma, selamat jalan yaa, Mama lebih tenang disamping Allah SWT disana." Beliau dimakamkan dijogja, semua orang berduka, semua orang serasa tak percaya, anak lelakinya seperti masih linglung. Sekitar tiga hari setelah pemakaman, suaminya datang ke salon itu dengan wanita simpanannya, begitu cepatnya cinta itu memudar, begitu kejamnya yang ia lakukan, tanah merah itu belum kering benar, dan duka ini belum juga mereda. Selama itu pula si wanita tak tahu diri itu berusaha ikut campur dalam rumah tangga salon itu, ia mengubah salonnya, tanpa rasa malu. Jijik sekali melihat kedua pasangan tak tahu malu itu. Sang suami berpura-pura mengeluarkan air mata buayanya didepan teman-teman dan keluarga Mbak Anggun. Sungguh hina mereka itu. Apakah mereka tak tahu bahwa semua orang mencibir tangisan palsu mereka ?? Yaakk, yang sering keluar dari mulut para tamu adalah bahwa mereka itu 'LEBAY' mereka berpura-pura, sungguh menjijikkan. Tak tega melihat adik-adiknya dengan kekejaman yang dilakukan ayahnya itu, sang gadis sulung berkata, "Pa, sudahlah, mbok jangan dibawa kesini perempuan itu. Masih berduka Pa." Dan jawaban yang sangat mengagetkan dari sang Ayah itu, "Kamu anak kecil tidak usah ikut-ikut. Ngerti nggak !!!" kira-kira begitulah, hampir seisi ruangan mendengarnya mungkin. Dan si sulung hanya mampu mengurai air matanya, ia terdiam, tertunduk lesu sambil membayangkan wajah ibunya.

Tidakkah kalian menginginkan wanita yg selalu setia kepadamu ?? Maka balaslah kesetiaannya. Mereka (para wanita) hanya ingin kalian (para pria-nya) untuk tetap menjaga janji seperti yg slalu kalian bilang ketika pertama kali kau mengatakannya--» I love you and your the one and only in my heart--»prove this boys ! ! ! ...The girls need the provement not the words.




Form this heart,

Luci

PS. Semoga beliau tenang disana. Jadilah bidadari dihati anak-anakmu ;)

*Terdapat manipulasi nama dan tempat untuk menghormati pihak-pihak yang terlibat*


 


Senin, 12 Juli 2010

back againnn ;))

Haiiiii everyone, seems a little crowded yakk outside ?? My days seem really full of many uniques business for a couple months ago ;) but, I won't let all of my beautiful days without any great story :D

Apa yang bisa dicritainn yaaaaa ..??????

Banyak siih sebenernyaaa, liburan bulan lalu pergi ke Batam plus Singapore sekeluarga, seneng bangett sih. huhuuhuhuhuuu.....Alhamdulilah bangett deh, Allah selalu kasih rejekii buat akuu sekeluarga :D

Heeyyy, ayokk bercerita ajaah yaakk.....kita mulai cerita di post baru ;))

Selasa, 25 Mei 2010

Back Again to the reality live widh....

Hello world...back again after got relax...I mean looooonnggggg relaxing time. Pheewwww.....!!! So tell me, How are you doing guys...??? I see some stroy to tell you and I really wanna finish my own novel called LOVE ME MORE. Hope it will be something great purely from my stupid brain. hahahahh. THX.

XOXO
and especially with love,
LUCI

Selasa, 20 April 2010

Haiiiii....

Udah lama nihh tidak menyentuh dirimu. hehehehh. Aku punya satuuu kutipan cerita sebenernyaa, tapi belum sempet diposting. Dan akuu belum ada mood buat bercerita. hehehehh.

Hemm....short holiday to Batam and Singapore, will be very lovely for me. hehehheh. Can't waiit deehh. Tapi bakal sangadh merindukan mr.udulz, kaluu dia bisa ikudd, kan akuu bisa koleksi banyak foto-foto gituu di setiap sudut. ehhehehehh.

Apaan lagi yaaa. Hemm....pas banget akuu mau UTS yaa liburan kali ini, makannya haruuss belajar dulu. Mudah2an Allah SWT merestui, jadinyaaa...akuu sukses semua. hehehehh. aduuh, lagii maless nulis banyak2. see yiu ajhahh yaaa....=)))

with love,

Luci

Minggu, 11 April 2010

Terpaku dengan tangisan...

Ini bukan skenario yang aku buat...bukan sama sekali. Aku tidak pernah menciptakan cerita bahwa aku dibenci oleh banyak orang.

Terpaku, termenung, dan kemudian meneteskan air mata.

Sedikit tersentak dengan cibiran seseorang, yang aku tahu dia adalah sahabat dari orang yang berarti dalam hidupku--sahabat sedari SMA. Bukan bermaksud untuk memanipulasi keadaan yang ada. I know, sering kali aku lupa di mana posisiku. Tetapi tidak jarang juga aku mengingatkan tentang siapa diriku. Aku...tidak pernah sekalipun...ingin menyakiti orang lain. Menyakitimu, menyakiti mereka, dan menyakiti mereka.

Aku melakukan semua hal yang aku suka. Dan aku suka berada diantara ceritamu, dan aku suka menjadi bagian dirimu. Dan...kau tahu itu. 

Tapi kenapa....kenapa harus ada yang nggak suka dengan ini semua ????? Ya Allah SWT, bukankah mereka juga pernah merasakannya ?? Mengapa harus aku Ya Allah SWT.

Aaahhh....aku tidak pernah menyesal sama sekali mengenal dirimu....mengenal mereka semua....dan ini bagian dari ceritaku.

Aku menangis...memang. Aku hanya tidak ingin setelah ini....semua persahabatan yang kita bangun...hancur !!!

Hey...kau wanita !!!! kau boleh mengataiku macam-macam, tapi jangan coba jauhkan aku dengannya, dengan mereka yang aku sayang....TT

Luci

Sabtu, 10 April 2010

Menjelang tengah malam...

Malam berikutnya...

Menjelang tengah malam, hanya bertemankan sebuah laptop hitam dan bayanganmu yang terus saja menghantui pikiranku...

Bukan untuk bermaksud terus saja memikirkanmu, tapi lebih kepada menuruti apa yang hati ini mau. Seperti burung yang tak bersayap-satu sayapnya patah-ketika satu hari saja aku tak mendengar kabar darimu. Dan seperti ibu peri yang kehilangan tongkat saktinya dan tak tahu apa yang harus diperbuat.

Hemmmm.....hahahahahahhh......sedetik kemudian tawa renyahku muncul, membuat dahi saudara perempuanku berkerut, yang sudah bisa dipastikan dia berkata, "What the hell..." Terserah saja apa kata mereka yang menganggapku gila dan autis, karena aku tak pernah bisa terlepas dari kisah-kisah romantis yang terjadi di dunia ini. Aku bangga menjadi seorang yang romantis dan mellow abis. Membuat imajinasiku melambung tinggi, hingga membawaku padamu :)

Sedetik kemudian....kukerucutkan kembali bibirku hingga ku timbulkan mimik anehh di wajahku sendiri. Aaahhh....ini lagi yang terpikir olehku. Lagi...dan lagi...!!!! Aku tak bisa lepas dari ini. Semuanya seperti serba terkait, aku kesal...aku ingin meluapkannya, namun.....sekali lagi...aku masih hidup dalam cerita dongeng bagaikan putri-putri cantik beserta sepatu kacanya yang menunggu sang pangeran untuk mengatakan...YA...KAULAH SEORANG PUTRI YANG HILANG DARI HATIKU, DAN KINI...KU MENEMUKANMU...!!! :)

Love Me More,

Luci

Minggu, 04 April 2010

semangat malam ini mulaii tumbang...

For sure...for the rest of my life...the hardest thing is....when I forget your position in my life. How come ?? Don't know why...

Malam ini sengaja ku buka jendela kamar tidurku, tak biasanya ku lakukan ini-bisa dibilang hampir tidak pernah ku membuka jendela kamarku-hemmm. Apa ????? Aku tidak melihat keindahan malam ini menyapaku. S.I.A.L !!!!!! Apa-apaan ini ?? Mana bintang itu ?? Mana bulannya ?? Aku hanya melihat sang hitam legam di atas sana dan hembusan angin dingin yang serasa membuat tulang-tulangku bergetar. Sambil setengah bergidik, aku menutup kembali jendela kamarku. Yaahh....aku kembali kecewa lagi malam ini. Tak ada satupun yang menyapaku. Tertunduk lesu...dan gontai, kembali ke depan laptop-ku.

Sudut ini lagi...sudut ini lagi. Aku bosan sekali. Hemmfhhh....tak ada yang istimewa se-istimewa kau di hidupku, dan tak kudapatkan yang lain selain dirimu...DAMN !!!!

Kali ini...aku memutuskan untuk melarikan diri (lagi)...seakan tak mampu berkata-kata (lagi).